Senin, 11 November 2019

Surat #7

Teruntuk Kamu yang Telah Ia Datangkan,

Hai, salam kenal.
Semoga do'a-do'a kita di-amin-kan segera oleh penduduk langit.


Sampai berjumpa di hari bahagia nanti.


Rima
Banjarmasin

Rabu, 06 November 2019

Memulai

Izinkan saya berbagi cerita perjalanan saya membangun Positif Kopi kepada teman-teman semuanya.

Awal tahun yang lalu, tepatnya saat semester 7 perkuliahan baru dimulai. Saya memutuskan untuk berjualan kopi susu, yang saya beri nama "Positif Kopi". Berdagang bukanlah suatu hal yang asing bagi seorang Rima Anjani.

Sejak awal kuliah, saya sudah coba berjualan berbagai macam barang dan makanan. Mulai dari jual jilbab, PO buku, makanan buka puasa, ricebox, sampai akhirnya mencoba untuk beralih ke komoditi minuman cepat saji, seperti kopi susu.

Mungkin karena memang saya suka ngopi, jadi tiap kali meracik kopi untuk dijual rasanya happy dan sangat menikmati.

Dulu, saya hanya berjualan di lingkungan kampus, membawa 12-20cup kopi susu dengan cooler box, naik turun gedung kuliah 3 lantai. Setiap hari. Menjaja & nawarin sana sini. Baik ke sesama mahasiswa, admin prodi, dosen, sampai abang tukang parkir pun jadi target pasar saya kala itu.

Setiap malam juga saya harus stock espresso dengan alat seduh manual dimulai pukul 11 malam sampai 1 dini hari. Lanjut bangun pukul 5 subuh untuk meracik kopi susu untuk siap dijual pukul 8 pagi di kampus. Awalnya sempat keteteran karena belum bisa manage waktu antara jualan & perkuliahan. Tapi seiring berjalannya waktu, semua itu akhirnya bisa tertangani. Alhamdulillah...

Proses menjalankan usaha kopi susu di kampus itu saya nikmati selama kurang lebih 4 bulan. Hingga akhirnya, saya beranikan diri untuk melebarkan sayap menjadi sebuah bisnis 'kedai kopi susu kekinian'. Susah payah belajar investasi, belajar mengatur keuangan kedai, menganalisis HPP, yang sebetulnya itu semua bukan basic saya banget. Tapi tak apa saya bilang, namanya juga bangun usaha, semua harus dari nol. Termasuk nol dalam hal pengalaman & ilmu. Jadi harus belajar terus menerus.

Ada satu momen yang paling mengubah sudut pandang saya dalam berbisnis, yaitu ketika untuk pertama kalinya saya menggaji kedua karyawan saya. Masih ingat betul momen itu, sore hari ketika kedai sudah mau tutup. Saya ajak kedua karyawan saya duduk di meja kedai, saya tawarkan "kalian mau minum apa? Biar saya buatkan", sontak mereka terkejut dan spontan berkata "serius ka? Gapapa ka? Masa owner yang layanin karyawan?".
"Santai..  jadi maunya minum apa?" Saya tanya kembali.
"Saya mau es kopi susu positif kak" jawab salah satu karyawan saya, kemudian disusul dengan jawaban karyawan kedua saya "saya yang strong ya kak".

Dengan senyum dan rasa haru saya buatkan mereka 2 minuman spesial tersebut. Setelah selesai, saya ajak mereka berbincang-bincang. Mulai dari evaluasi untuk operasional kedai, manajemen laporan harian, dll. Setelah itu, gantian saya yang membuka telinga selebar-lebarnya, saya biarkan mereka memberikan saran & masukan sepuas-puasnya untuk bisnis ini. Saya siapkan seluruh indera yang saya punya untuk .enyimak setiap kata yang mereka ucapkan & merasakan emosi yang mereka salurkan. Karena saya yakin, bisnis ini tidak bisa saya jalankan sendirian. Mereka bukan hanya karyawan yang bertugas menyajikan produk ke pelanggan, tapi lebih dari itu. Mereka juga juru kunci dari keberhasilan bisnis ini.

Akhir dari perbincangan tersebut. Saya tutup dengan memberikan mereka masing-masing satu buah amplop beisi uang gaji perdana mereka. Wajah bahagia, senang, haru, langsung tersirat dari wajah mereka. Jujur, belum pernah saya rasakan perasaan campur aduk seperti itu sebelumnya.

Selama di perjalanan menuju rumah, bayangan wajah kebahagiaan mereka tak henti-hentinya menemani saya. Terucap lirih bisikan untuk diri sendiri "Rim, kamu udah sejauh ini. Sekarang, usaha ini bukan hanya perihal mengenyangkan perutmu saja, tapi juga tentang mereka yang menggantungkan nasibnya disini. Lanjutkan, perjuangan kamu masih panjang. Jangan menyerah".

Dan sekarang, salah satu motivasi terbesar saya untuk membangun bisnis adalah keinginan untuk terus menerus bisa melihat wajah bahagia karyawan ketika menerima gajinya. Ntah lah, terdengar klise mungkin, tapi inilah adanya, perasaan itu mungkin tak sepenuh bisa saya gambarkan lewat kata-kata.

Namun, semenjak momen itulah, saya bertekad untuk bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyak. Melihat wajah bahagia banyak orang ketika merima hasil jerih payah keringat dan pikirannya. Do'akan saya. Semoga tekad ini bisa terwujud. Masih banyak PR yang harus saya tuntaskan, masih banyak juga yang harus saya pelajari dan pahami.

Banjarbaru, 6 November 2019
Rima

Jumat, 04 Oktober 2019

Surat #6

Teruntuk Kamu Si Mulut Berduri,


Tahukah kamu berapa banyak orang yang tersakiti karena kata-kata yang kamu lontarkan?
Tahukah kamu satu kalimat bahkan satu kata saja bisa memantik seseorang untuk mengakhiri hidupnya?
Tahukah kamu bahwa kamu mempunyai kekuatan untuk mengatur apa yang bisa keluar dari mulut mu?
Dan tahukah kamu bagaimana sabar dan tegarnya seseorang menahan rasa sakit itu?

Kamu memang bukan seorang kriminal.
Bukan juga seorang penjahat.
Tapi bisakah aku menyebutmu sebagai seorang pembunuh?

Ya, pembunuh kebahagiaan dan rasa nyaman akan hidup seseorang.

Be ware with your words. Tak semua orang bisa mengerti, memahami, menahan, dan sabar dengan semua sikap yang kita ingin orang lain 'memaklumi'.


Dari aku yang hampir terbunuh oleh kata-katamu.

Rima
Banjarmasin

Surat #4

Teruntuk Kamu,

Sekarang hatiku sudah tak lagi rumpang.
Kepergian kamu kemarin sudah mengajarkanku kemana seharusnya aku pulang.
Berat memang ketika harus berdamai dan memilih hengkang.
Dan kini aku percaya bahwa aku tak perlu yang terlalu terang,
Yang ku butuhkan adalah
ia yang selalu ada dan tak kunjung padam.

Dari Aku Yang Tak Lagi Gersang,
Rima
Banjarmasin

Selasa, 01 Oktober 2019

Surat #3

Teruntuk Negeriku Tercinta Indonesia


Beberapa hari terakhir negeriku tercinta sedang berduka 
Demokrasi yang menghiasi selama bertahun-tahun lamanya,
kini harus diperjuangkan keberadaannya.
Bagaimana mungkin mereka yang kami pilih sebagai wakil rakyat, tega berbuat nista dan semena-mena?
Mereka yang duduk di dipan penguasa terlihat bahagia dan tertawa-tawa
Padahal rakyatnya kini sedang bersusah payah menjaga Ibu Pertiwinya.

Wahai penguasa yang kini tak lagi takut dosa,
Sebesar apapun kalian berusaha untuk memegang kendali atas bangsa,
Tetap ada Ia di atas sana yang memegang kendali alam semesta.


Kami usahakan yang terbaik, lewat tangan, mulut, karya, dan juga do'a.
Semoga luka ini segela sirna, dan berganti sejahtera.




Dari rakyatmu yang belum bisa membuatmu bangga.

Rima
Banjarmasin

Sabtu, 17 Agustus 2019

Kenapa Rima Ingin Gabung FIM?

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh...

Perkenalkan, nama saya Rima Nur Anjani. Lahir di Banjarmasin, 30 Aprill 1998. Sekarang saya sedang menempuh studi di jurusan Psikologi Universitas Lambung Mangkurat sekaligus sedang merintis usaha kedai kopi yang saya beri nama Positif Kopi. Saya ada pendiri Komunitas Literasi Banua dan salah satu delegasi Indonesia di Southeast Asia Youth Ambassador for Peace 2019.

Pada tulisan saya kali ini, saya akan menceritakan apa sebenarnya alasan yang mendorong saya untuk bergabung di keluarga besar FIM (Forum Indonesia Muda). Sebelumnya, tahun 2017 lalu, saya sudah pernah mendaftarkan diri di FIM 19 dan alhamdulillah rezeki saya ternyata hanya sampai pada lolos seleksi administrasi. Kalau boleh kita kilas balik pada tahun 2017 tersebut, alasan terbesar saya ingin mendaftar adalah karena saya ingin menambah pengalaman dan relasi 'saja'. Namun, pada kesempatan kedua kalinya ini, alasan saya telah berubah. Bukan hanya itu. Pengalaman dan relasi menurut saya bisa saya dapatkan di manapun dan kapanpun jika saya 'mau' dan kali ini, alasan terkuat saya untuk berani mendaftarkan diri adalah karena saya ingin berkontribusi lebih untuk masyarakat luas, dan saya sadar bahwa saya tidak bisa menjalankan sendirian ide atau proyek yang selama ini sudah saya canangkan.

Kolaborasi dan semangat gotong royong inilah yang ingin saya bangun bersama dengan keluarga FIM di seluruh Indonesia. Selain itu, ketertarikan saya terhadap isu-isu global dan SDG's yang sudah saya tunjukkan sejak di bangku SMA hingga sekarang jugalah yang menjadi alasan. Saya sadar akan apa yang akan dihadapi oleh negeri kita tercinta ini, khususnya pada ruang lingkup yang lebih kecil seperti tanah kelahiran saya sendiri Kota Banjarmasin. Bonus demografi dan 17 global goals tentunya adalah tanggungjawab kita semua untuk menyukseskannya. Dan muncul pertanyaan-pertanyaan dibenak saya setiap kali dua hal tersebut dibahas yaitu "Apakah saya sudah siap?" , "Apakah orang-orang di sekitar saya juga sudah menyiapkan dirinya?", dan "Apa yang bisa saya lakukan dan berikan untuk membantu suksesnya dua hal tersebut?"

Pertanyaan tersebut tentunya perlu jawaban, dan Insya Allah salah satu jawabannya akan saya peroleh ketika saya bergabung di keluarga besar Forum Indonesia Muda (FIM).
Semoga langkah saya menemukan jawaban ini dimudahkan, dilancarkan, dan berhasil :)

Salam hangat untuk para pembaca tulisan ini.
Dari sang penulis yang masih haus akan ilmu,

Rima Nur Anjani




Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 09 Januari 2019

Another Sleepless Night

Oke. Dari judulnya aja mungkin kalian udah bisa nebak postingan ini tentang apa. Yup benar sekali, insomnia. Postingan kali ini aku tulis untuk mengisi 'waktu luang' ku di saat insomnia kembali menghampiri. Ga kaget sebenernya, karena 4 jam yang lalu aku baru aja minum kopi di sebuah coffeeshop di Banjarmasin, namanya Hello Coffee Co dan memesan salah satu signature mereka yaitu "Magic". Ternyata kopi ini emang 'magic' karena bisa bikin aku terjaga sampai detik ini tanpa rasa ngantuk sedikit pun.

Baik, kita lanjut bahas hal yang berhubungan dengan judul. Insomnia. Mungkin temen-temen pernah ngerasain apa itu insomnia, di mana diri kalian terjaga hingga dini hari bahkan ga tidur semalaman tanpa rasa kantuk sedikit pun. Bagi aku pribadi, penyebab insomnia yang kadang melandaku ada dua, yaitu karena sengaja begadang atau karena efek minum kopi. Dan kali ini, penyebabnya adalah poin kedua, efek minum kopi. Aku ga tau, kenapa efek kopi begitu terasa di diri aku, ntah itu memang efek alamiahnya atau mungkin karena sugesti secara tidak langsung yang aku tanam ke diri aku sendiri. I don't know.

Sebenernya insomnia bukanlah hal yang asing bagiku, aku biasa menyebut diriku sendiri sebagai "night thinker" karena entah mengapa otakku selalu bekerja pesat di saat malam hari, kerjanya pun bisa positif bisa juga negatif. Positifnya seperti menemukan ide-ide baru, atau dapat 'ilham' untuk menyelesaikan suatu hal yang sulit atau belum selesai aku kerjakan di siang hari. Sedangkan negatifnya adalah, terkadang sosok "night thinker" bisa berubah menjadi sosok yang overthinking terhadap segala hal. Dari hal yang kecil hingga besar. Hampir semuanya dipikirin. Dari yang penting sampai yang sepele sedikitpun. Padahal, alangkah baiknya otak kita bekerja untuk memikirkan sesuatu yang penting dan bermanfaat. Bukan sebaliknya.

Namun, karena kondisi itulah yang akhirnya memaksaku berbuat sesuatu, kira-kira apa aja yang bisa aku lakukan untuk menjauhkan overthinking ku tersebut. Dan salah satu jawabannya adalah dengan membaca atau menulis. Daripada ngabisin waktu berdiam diri dengan pikiran yang ga jelas ujungnya. Mending nulis atau membaca. Seperti yang aku lakuin sekarang, nulis apapun yang ada dipikiran aku. Berbagi cerita atau hanya sekedar agar membuat mata kembali mengantuk. Pokoknya tulis atau baca. Pilih salah satu. Usahakan tulisan dan bacaannya adalah topik yang bermanfaat. Yaa walaupun kali ini tulisanku 'agak kurang bermanfaat' tapi gapapa lah ya sekali-kali. Hehe

Ngomong-ngomong tentang menulis, aku sebenarnya bukan orang yang suka menulis kisah atau artikel. Aku lebih suka menulis puisi atau sajak. Yang terkadang aku posting di sosial media atau sekedar di simpan sebagai koleksi pribadi.
Dan kali ini, ntah kenapa aku tertarik untuk menuliskan ceritaku yang menurutku kurang penting di blog yang sudah berdebu ini. Maafin ya para pembaca. Tapi percayalah, tulisan ini adalah bukti usahaku untuk membuat mataku mengantuk. Jujur, saat ini aku ingin sekali tidur dan istirahat :")

Pada akhirnya, ikhtiar sudah dilakukan. Hingga tulisan ini berakhir, mata ini ternyata masih setia untuk tetap menatap dunia.
Dan rasa kantuk, sepertinya sedang enggan untuk menghampiriku malam ini. Tak apalah, silakan kamu jalan-jalan dulu, silakan nanti kembali. Tapi tolong jangan datang di pagi hari :") karena aku tak ingin tidur di saat sinar mentari mulai menyinari bumi.

Cielahhhhhh bahasanya.
Maafkan, doakan aku bisa kembali terlelap ya, walau sebentar asal jiwa ragaku bisa istirahat :")

Sekian.

Selasa, 03 April 2018

Fenomena Pelakor ditinjau dari Perspektif Psikologi



Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan individu lainnya. Manifestasi dari sifat manusia sebagai makhluk sosial menjadikan manusia senantiasa membutuhkan orang lain, saling bersosialisasi, bertukar berbagai macam hal, hingga meneruskan keturunan. Hal ini merupakan wujud dari dorongan kebutuhan dasar manusia untuk dicintai dan dimiliki. Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan manusia untuk dicintai dan dimiliki terwujud dalam beberapa hal, seperti dorongan untuk bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, dan kebutuhan untuk melekat pada sebuah keluarga, lingkungan bertetangga atau berbangsa. Selain itu, Maslow lebih lanjut menjelaskan bahwa kebutuhan ini juga mencakup sejumlah aspek hubungan seksual dan hubungan interpersonal, seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta.
Istilah pelakor atau perebut laki orang masih menggema di kalangan pasangan suami istri. Tentu saja hal ini memicu retaknya rumah tangga seseorang dan menjadi perhatian masyarakat. Kasus yang sedang booming akhir-akhir ini adalah kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh artis Indonesia, Jeniffer Dunn dengan seorang pengusaha bernama Faisal Harris. Kasus tersebut tersebar luas setelah, Shafa Harris yang merupakan anak dari Faisal Harris dari istri pertamanya melabrak Jeniffer Dunn atau selingkuhan ayahnya tersebut disebuah mall yang kemudian videonya viral di dunia maya. Atau kasus lokal yang terjadi di Kota Banjarmasin sendiri, yaitu perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang suami dengan sahabat istrinya sendiri, yang kemudian video yang merekam kejadian ‘pelabrakan’ tersebut tak kalah viralnya. Lalu, bagaimana sebenarnya ilmu Psikologi memandang fenomena pelakor seperti ini?
Definisi perselingkuhan sendiri menurut Blow dan Hartnett (dalam McAnulty & Brineman, 2007), adalah kegiatan seksual dan atau emosional yang dilakukan oleh salah satu atau kedua individu yang terikat dalam hubungan berkomitmen dan dianggap melanggar kepercayaan dan/atau norma-norma (yang terlihat maupun tidak terlihat) yang berhubungan dengan eksklusivitas emosional atau seksual. Ternyata, menurut Shackelford, LeBlanc, & Drass, perselingkuhan memiliki dua tipe, yaitu perselingkuhan emosional dan perselingkuhan seksual. Perselingkuhan seksual adalah kegiatan seksual yang dilakukan dengan orang lain selain pasangan, sedangkan perselingkuhan emosional adalah memberikan cinta, waktu, dan perhatian kepada orang lain selain pasangan.
Menurut beberapa kasus, perselingkuhan yang lebih sering dilakukan pada zaman sekarang adalah tipe perselingkuhan emosial. Hubungan dengan pasangan selingkuh biasanya diawali dari bentuk perhatian secara moril, materiil kemudian berkembang hingga melakukan hubungan seksual, bahkan ada yang sampai mengakibatkan kehamilan. Ada tiga bentuk perselingkuhan, pertama adalah the exit affair, yaitu perselingkuhan merupakan cara bagi  untuk dapat lepas dari pasangannya. Kedua adalah the boat rocking affair, yaitu perselingkuhan terjadi karena ketidakpuasan dari hubungan yang dimiliki dengan pasangan. Dan yang ketiga adalah perselingkuhan karena dendam, yaitu perselingkuhan terjadi karena seseorang merasa terhina oleh perlakuan pasangan yang lebih memperhatikan istri pertama.
            Kebanyakan dari para pelakor adalah kalangan wanita dewasa awal atau muda, dimana dewasa muda merupakan tahap awal kedewasaan dalam kehidupan seseorang. Menurut Papalia (2007), rentang usia dewasa muda berawal dari usia 20 sampai dengan usia 40. Perselingkuhan yang terus dilakukan memperlihatkan bahwa para pelakor tidak secara penuh mengalami perkembangan yang mengarah pada kedewasaan. Mereka menemukan pasangan hidup. Mereka hanya mengalami kedewasaan secara fisik tanpa berkembang penuh secara psikologis.
Agustine (2006) mengemukakan masa dewasa muda merupakan masa membina kedekatan dan hubungan yang lebih dalam dengan lawan jenis. Havigurst (2003) juga mengemukakan tugas-tugas perkembangan dewasa muda diantaranya mencari dan menemukan calon pasangan hidup, membina kehidupan berumah tangga, meniti karir dalam rangka memantapkan kehidupan ekonomi rumah tangga, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Pada rentang usia dewasa muda, seseorang sedang menjalani level keenam dari perkembangan psikososial yang dikemukakan oleh Erikson (dalam Papalia, 2007). Level keenam dari tugas perkembangan tersebut, intimacy versus isolation, menjadi isu utama dalam tahapan usia dewasa muda. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan intimacy pada tahap dewasa muda adalah mencari pasangan hidup melalui hubungan romantis, yaitu berpacaran.
            Selanjutnya kita akan membahas apa sebenarnya motivasi para pelakor ini yang tentunya berdasarkan perspektif psikologi. Jadi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Intaglia Harsanti, S.Psi., M.Si yang berjudul Motivasi Seorang Wanita Untuk Melakukan Perselingkuhan, wanita yang berselingkuh kebanyakan adalah para janda atau wanita yang sudah pernah merasakan pernikahan sebelumnya. Kesimpulannya adalah penyebab perselingkuhan yang dilakukan para pelakor tersebut berasal dari ketidakpuasan secara seksual, kekurangan secara ekonomi, tidak adanya kontrol sosial baik dari lingkungan orang dekat maupun masyarakat, ketakutan dari ketidakpastian masa depan hubungan bersama pasangan dan adanya masalah kepribadian karena selalu memiliki ketidakpuasan dalam hubungan dengan pasangan.
            Berbagai penjabaran dari alasan - alasan subjek melakukan perselingkuhan memperlihatkan adanya tindakan para pelaku perselingkuhan untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu secara fisik maupun psikis. Harley dan Chalmers (2001) mengemukakan bahwa kebutuhan yang tidak terpenuhi memiliki dampak yang amat besar sebagai pendorong perilaku individu. Hal ini seperti yang dikemukakan Abraham Maslow tentang Hirarki Kebutuhan yang berisi lima tingkatan kebutuhan pokok manusia yang kemudian menjadi dasar dari pembelajaran motivasi manusia. Kelima tingkatan kebutuhan pokok tersebut adalah kebutuhan fisiologis (sandang, pangan, papan, kesehatan fisik, kebutuhan seks, dsb), kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (jaminan keamanan, terlindung dari bahaya, ancaman penyakit, perang, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil, dsb), kebutuhan akan kasih sayang dan dicintai (kebutuhan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerjasama, dsb), kebutuhan akan penghargaan (kebutuhan berprestasi, kemampuan, kedudukan, status, dsb), dan yang terakhir kebutuhan akan aktualisasi diri (mempertinggi dan mengembangkan potensi diri, kreatifitas dan ekspresi diri).
Pada pernikahan sebelumnya bisa jadi para pelakor ini merasa kekurangan dari segi kebutuhan untuk dicintai atau kedekatan fisik (kebutuhan sosial atau kasih sayang). Kebutuhan sosial sendiri berasal dari keinginan untuk berada bersama pasangan yang dicintai dan mencintai. Selain itu, kekurangan dari segi kebutuhan dasar yang sifatnya primer atau kebutuhan fisiologis yang berasal dari perasaan kurang terpenuhinya keinginan mereka secara seksual dan ekonomi oleh pasangan sebelumnya. Perselingkuhan yang dilakukan membuat mereka merasa dapat memperoleh pemuasan dari segi kebutuhan tersebut. Adanya perasaan ketidakpastian mereka akan masa depan hubungan dengan pasangan sebelumnya juga merupakan tanda tidak terpenuhinya kebutuhan dari segi kebutuhan rasa aman dan perlindungan. Perselingkuhan yang dilakukan membuat mereka merasa memperoleh pemuasan dari berbagai segi kebutuhan yang sebelumnya mereka rasakan kurang dapat dipenuhi oleh pasangan (suami) sebelumnya atau dari dirinya sendiri.
            Selain itu, Then (2002) mengemukakan motivasi utama para wanita berselingkuh adalah dorongan dan rasa percaya diri yang telah terkikis setelah sekian lama menjalani perkawinan. Tak hanya itu, sejumlah wanita yang berselingkuh  mengatakan tentang alasan perselingkuhan mereka, seperti meningkatnya rasa percaya diri ketika merasa diperhatikan pria lain, adanya keinginan akan pengalaman seksual yang lebih luas yang tidak dibatasi oleh hanya satu pasangan saja, suatu keinginan mencari kedekatan emosional yang mereka harapkan dapat mereka peroleh dari orang lain, mengusir rasa kesepian yang mereka alami, keinginan mendapatkan kasih sayang, serta kegairahan yang ditimbulkan dari suatu hubungan perselingkuhan yang membuat mereka merasa diri menjadi lebih muda, dimana hal ini juga merupakan upaya menyangkal proses penuaan yang mereka alami. Selain itu, menurut Satiadarma (2001) faktor psikofisik seperti keterpikatan fisik & kebutuhan biologis, faktor sosial seperti masalah kultural, perbedaan kelas sosial, perbedaan agama, perbedaan kebiasaan, desakan ekonomi, dan pengaruh teman, serta faktor psikologis seperti masalalah kepribadian, kebutuhan, tekanan, reduksi tegangan, dinamika psikologis, dan aspek moral, dapat menjadi faktor penyebab yang memotivasi perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang individu.
            Perkembangan zaman dan gaya hidup yang semakin hari membuat manusia menginginkan hal yang berbau ‘praktis’. Tuntutan kehidupan yang memaksa manusia menghalalkan segala cara agar semua kebutuhan hidupnya terpenuhi, termasuk dengan melakukan perselingkuhan dengan laki-laki atau wanita yang sudah berkeluarga. Tak memikirkan lagi bagaimana nasib anggota keluarganya, yang tentu saja akan menerima dampak dari perselingkuhan tersebut. Nilai religiusitas dan peran lingkungan sangat berada di posisi penting, karena dengan kedua hal tersebutlah kita mampu mengalahkan keegoisan dalam diri kita dan menghindari kita dari perilaku tidak terpuji. Semoga saya sebagai penulis, dan Anda sebagai pembaca bisa menjadi sosok manusia yang lebih bijak lagi dalam menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan kehidupan yang semakin keras ini.

Selasa, 14 November 2017

Menjadi Wanita Paling Bahagia

Lihatlah teks-teks syariat dalam al Qur'an dan sunnah Nabi. Sesungguhnya Allah telah memuji seorang wanita salehah dan menyanjung seorang wanita mukminah. Allah berfirman:
"Allah telah menciptakan satu contoh bagi orang-orang yang beriman, yaitu perempuan (istri) Firaun ketika ia berdo'a "Wahai Tuhanku, bangunkanlah buatku sebuah rumah yang dekat denganMu di surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari orang-orang yang berbuat kezaliman." (QS. At-Tahrim : 11)

Jadi, renungkanlah mengapa Allah menjadikan wanita (Asiyah r.a) ini sebagai contoh atau panutan bagi orang-orang mukmin atau mukminah? Kenapa Allah menjadikannya sebagai model dan fenomena yang jelas bagi mereka yang ingin mendapatkan hidayah dan melaksanakan sunnah Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan? Betapa cerdas dan terbimbingnya wanita ini: ia memohon untuk selalu dekat dengan Rabb-Nya yang mulia, mendahulukan kedekatan dengan Allah ketimbang sebuah istana, dan tidak mau menaati seorang pendosa dan kafir, Firaun, serta menolak untuk hidup di istananya dengan segala sebuah rumah yang lebih abadi, lebih indah, di samping tuhan alam semesta, di surga dengan sungai-sunganya, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa. Ia adalah seorang wanita agung, yang dengan kemauan hati dan keyakinannya mampu menghantarkan dirinya untuk meninggalkan suaminya yang ingkar terhadap kebenaran dan iman.

Maka, ia disiksa karena keimanannya kepada Allah, dan hidupnya berakhir dengan kepulangannya ke haribaanNya. Akan tetapi Allah menjadikannya sebagai contoh dan panutan bagi setiap orang mukmin dan mukminah hingga datangnya menorehkan namanya serta menyanjung amal perbuatannya. Sedangkan suaminya, Allah mencela perbuatannya yang menyimpang dari jalan Allah di muka bumi.

Jadikanlah Asiyah, istri Firaun, sebagai panutan hidupmu, juga Maryam a.s, Khadijah, Aisyah, Asma binti Abu Bakar, dan Fatimah r.a. Mereka dan wanita lain yang seperti mereka, adalah orang-orang terpilih yang baik, mukmina yang taat, berpuasa dan menunaikan shalat, Allah telah ridha atas mereka dan semoga tetap risha. Maka, ikutilah jalan itu, cermatilah kisah hidup mereka, niscaya engkau akan menemukan kebaikan, kesejukan dan ketenangan.

Jadilah engkai seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung pada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, dari satu tangkai ke tangkai yang lain dari satu taman ke taman yang lain. Atau jadilah engkau seperti seekor lebah yang selalu memakan sesuatu yang baik dan mengeluarkan yang baik pula. Jika ia hinggap di atas tangkai, tidak mematahkannya, menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, mengeluarkan madu dan tidak menyengat, terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Ia memiliki dengungan sukacita dan bisikan kerelaan. Seakan-akan ia duta kerajaan langit yang turun atau duta dari alam keabadian yang menghampiri.

Wahai suadariku, jadilah engkau seperti wanita tua yang datang kepada Hajjaj ibn Yusuf, yang telah bersumpah akan membunuh anaknya dipenjara. Ia berkata dengan penuh keyakinan, keberanian dan kekuatan hati "Wahai engkau tidak membunuhnya, suatu saat anaknya juga pasti mati."

Jadilah engkau seperti seorang wanita Persia yang sangat tawakal kepada Allah ketika kehilangan kandang ayamnya, Ia memandang ke langit dan berdoa: "Wahai Allah, jagalah kandang ayamku, karena sesungguhnya Engkau sebaik-baik Penjaga"

Jadilah engkau seperti Asma binti Abu Bakar, yang melihat anaknya, Abdullah ibn Zubair, terbunuh dan tersalib. Ia mengatakan yang kemudian masyhur: "Sekarang saatnya, si penunggang kuda harus turun untuk berjalan kaki."

Jadilah engkau seperti Khansa yang menyerahkan empat putranya dalam sebuah peperangan di jalan Allah. Ketika mereka terbunuh, ia berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan dengan kematian mereka (anak-anak) yang syahid di jalanNya"

Tengoklah para wanita tersebut dan sejarah hidupnya yang mulia.

Kamis, 09 November 2017

Hijrah (lagi)




Bismillah...
Kembali lagi dengan kisah hidupku, yang menurutku cukup perlu untuk ditulis agar bisa menjadi pelajaran bagi aku sendiri yang menuliskannya dan orang-orang yang membaca tulisan ini.

Pertama, aku mau nanya kepada kalian pada pembaca.. Pernah ga kalian berada dititik terendah dalam hidup kalian? Pernah ga kalian ngerasa bahwa dunia ini seakan terlalu jahat dengan kalian? dan pernahkah kalian merasa bahwa Allah sudah tidak menyayangi kita lagi?
Aku rasa jawabannya, Iya, pernah.

Ya, tiap orang pasti pernah mendapatkan cobaan yang berat, seakan seluruh keburukan dan nasib sial yang ada di galaksi ini tertuju padanya.
Begitu juga denganku..

Beberapa tahun silam aku pernah menuliskan di blog ini tentang kisah hijrahku ketika aku masih berstatus seorang pelajar. Namun, siapa sangka ternyata hijrahku tsb tidak mengalami kemajuan dan bahkan aku kembali ke dalam lingkaran kemaksiatan. Itulah iman, kadang naik, tapi juga bisa turun. Tinggal bagaimana cara kita memilih untuk bertahan dalam proses hijrah yang tidak mudah ini, atau ikut larut dalam bisikan setan.

Awal kuliah kemarin, aku merasa godaan tersebut amatlah besar, hingga membuatku terlena dengan kenikmatan dunia yang fana. Menghabiskan waktu untuk melakukan sebuah dosa. Menghabiskan hari bersama orang-orang yang tak mengajak ke Surga, atau bahkan yang mengingatkan untuk sholat pun tak ada. Astagfirullah.. Aku terlupa dengan niatku untuk hijrah, dan pada akhirnya. Aku kembali menjadi hamba yang mendzolimi diri sendiri serta orang lain.

Dan sekarang, Allah kembali tunjukkan kasih sayangNya yang begitu besar pada seluruh hambaNya, tak peduli seberat apa dosa yang sudah pernah dilakukan hambaNya tersebut.. Ia kembalikan aku ke dalam jalanNya, tentunya dengan teguran yang amat keras. Ia remukkan kembali hatiku yang sempat tertuju pada dunia, Ia jatuhkan kembali aku ke titik terendah dalam hidup. Hanya untuk mendengar kembali rintihan tangisku di sepertiga malam, memohon ampun dan petunjuk. Oh Allah... terimakasih untuk teguran ini. Bukti sayangMu padaku yang tak terhitung besarnya. Kau jaga aku selalu, dan tak kau biarkan aku berlama-lama dalam jalan sesat ini.

Ketika kita merasa sedih atas sebuah perpisahan di dunia, percayalah itu adalah jalan pertemuan kita dengan Rabb kita.
Allah ingin kita kembali ingat padaNya.. Tak peduli seberapa sakit cobaan dan teguran yang Ia berikan. Ia selalu yakinkan hambaNya bahwa inilah yang terbaik, karena "Aku sayang padamu wahai hamba-hambaKu"

Bagi teman-teman yang mungkin sedang merasakan hal yang sama. Berhentilah bersedih hati.. ini adalah langkah awal kita di jalan ketaqwaan. Bertemanlah dengan orang-orang yang bisa mengajakmu kembali mengingatNya. Mengingatkan sholat, menasehati dalam kebenaran dan kebaikan. Carilah ia. Ia adalah penguat hijrahmu. Selain itu, kembalilah isi hari-harimu dengan hal bermanfaat, baik untuk diri sendiri dan juga orang lain. Perbanyak membaca buku motivasi dan tentunya bacalah Kalam-KalamNya. Hidupkan kembali sholat sunnah yang pernah mati. Bangunlah dalam keheningan malam. Resapi bagaimana bukti sayangnya Allah pada kita.

Dan yang terpenting.. bertaubatlah.. karena itulah yang sebenarnya Allah inginkan dari kita.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan rahmatNya..
La' tahzan sahabatku..


Selasa, 07 November 2017

#ReviewnyaRima : Ruang Tamu Coffee

Hai...
Kawan-kawan semua, lama banget ya aku ga nulis di blog ini. Maafkan untuk semua para pengunjung blog ini karena postingannya ga nambah-nambah dari bulan Juli kemarin. Nah, mulai sekarang aku berusaha untuk mengisi blog ini dengan beberapa review ku tentang bebarapa tempat yang pernah aku kunjungi. Khususnya, coffee shop di daerah Banjarmasin dan Banjarbaru.

Dan, untuk review pertama ini, aku mau bahas tentang "Ruang Tamu Coffee". Coffee shop ini berdiri dari awal tahun 2017 kemarin. Lokasinya berada di Jalan Kayu Manis Banjarbaru, tempatnya juga jauh dari keramaian. Konsep ruangannya simpel dan hangat, didominasi dengan warna putih, ditambah dengan aplikasi furnitur dengan gaya 'wooden' klasik. Dari segi minumannya, cukup bervariasi. Mulai dari kopi hingga milkshake. Harganya mulai dari 15k - 30k dan makananya mulai dari 15-25k.

Aku pribadi punya beberapa pandangan tentang sebuah coffee shop, menurutku kopi dan barista itu adalah satu kesatuan yang ga bisa dipisahin, kopi enak tapi baristanya ga humble, pasti bakalan dirasa kurang enak. Kebalikannya, kalau kopinya biasa-biasa aja, tapi baristanya super humble dan asik, malah bikin nilai plus tersendiri buat kopi yang diminum. Nah, kalau di Ruang Tamu Coffee ini, aku akuin semua baristanya asik dan super humble. Baru pertama kali dateng aja udah berasa akrab banget. Pokoknya seru deh kalo nongki disini. Tempatnya enak buat untuk menghabiskan waktu untuk menyendiri atau untuk ngerjakan tugas, karena suasananya yang cozy dan tenang. Bikin hati dan perasaan juga ikut tenang dan damai..

Tempat : ⭐⭐⭐⭐☆
Barista : ⭐⭐⭐⭐⭐
Kopi : ⭐⭐⭐⭐☆











Selasa, 11 Juli 2017

Antara

Bismillahirrahmanirrahim..

Perbedaan bukanlah sesuatu yang asik bagi kehidupan manusia. Bahkan, segala yang diciptakanNya di bumi ini pun pasti berbeda-beda. Tak ada yang sama. Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan yang hadir dalam setiap jengkal kehidupan ini? Harus dengan debat berkepanjangan kah? Menghina dan merendah pihak lain yang kita anggap berbeda itu kah? Atau kita hanya memilih untuk diam saja?

Begini kawan, di tulisanku kali ini, aku ingin mengajak kalian untuk bersama-sama melihat lebih dalam tentang sisi perbedaan yang ada. Karena seperti yang kita ketahui sekarang, bahwa isu "perbedaan" ini sudah dijadikan oknum-oknum tertentu sebagai bumerang untuk menciptakan perpecahbelahaan di antara kita. Padahal, perbedaan yang ada bukan mengajarkan kita untuk bercerai berai, tapi untuk mengajarkan kita tentang rasa menghargai satu sama lain.

Perbedaan, baik itu dalam sikap, gaya hidup, atau pendapat. Tak seharusnya kita barengi dengan rasa kebencian. Jika ada teman yang pendapatnya berbeda dengan kita, silakan dengarkan dulu pendapat dia, lalu hargai semua pendapat dia serta lengkapi cara kita bersikap dengan kelembutan dan kebaikan. Hindari perdebatan.

Minggu, 02 Juli 2017

TOKOH PSIKOLOGI ISLAM

Tokoh Psikologi Islam
Beberapa tokoh psikologi Islam nan sampai saat ini masih diakui sebagai pakar psikologi nan ajarannya dapat dijadikan acum atau surat keterangan bagi psikolog lain diantaranya ialah :


1. Ja'far As-sadiq

Tokoh psikologi Islam terkemuka ini hayati antara tahun 702 hingga 765 Masehi dan lahir di kota Madinah. Dia jadi terkenal sebab menguasai ilmu pengetahuan nan luas serta agama nan mumpuni. Dia berpendapat bila nafsu itu dapat memunculkan sifat nan egois. Sedangkan kalbu dapat mendorong seseorang buat selalu mencintai Allah dengan tulus dan ikhlas.


2. An-Nasyaburi

Profesi sebenarnya dari tokoh ini ialah seorang dokter. Namun dia juga menguasai ilmu psikologi. Bahkan sebelum mati pada tahun 1016 masehi, dia sempat menulis buku nan diberi judul Al-Uqala Al-Majnin. Salah satu isi dari buku ini ialah menerangkan suatu rasa marah atau emosi nan diluar kendali sehingga menyebabkan seseorang dapat kehilangan akal sehatnya.


3. Ibuni Miskawayh

Tokoh psikologi Islam nan satu ini lahir pada tahun 941 dan mati pada 1030 Masehi. Dia menulis buku tentang interaksi rasa takut dan kematian dengan moralitas. Dia mengajak masyarakat buat selalu menyukai kegiatan sedekah atau derma dan mau menjalankan kewajiban membayar zakat sebagai wahana buat mensucikan harta.


4. Al-Ghazali

Oleh para psikolog dari negara Barat, beliau lebih dikenal dengan sebutan Algazel. Tokoh psikologi Islam ini menyatakan bila jenis penyakit itu ada dua yaitu fisik dan mental atau spiritual. Penyakit mental dinilai lebih bahaya sebab mampu membuat seseorang tak merasa dekat lagi dengan Tuhan. Cara penyembuhannya harus dilakukan dengan memunculkan atau memberi rasa cinta pada penderita.


5. Ibnu Sina

Pernyataan beliau nan terus dikenang sampai saat ini ialah tentang kehidupan roh di global nan terbagi dalam tiga golongan, yaitu roh milik manusia, tumbuhan dan hewan. Yang paling unik dari ketiganya ialah roh milik manusia, sebab buat menjalani hayati bersama jasad, roh ini memerlukan roh nan lain yaitu tumbuhan dan binatang.


6. Ibnu Rusyd

Jasa terbesar beliau buat perkembangan ilmu psikologi di global ialah hasil karyanya nan berjudul Al-Tuhafut. Melalui karya besarnya ini Ibnu Rusyd memberi pernyataan bila roh memberi ijin pada jasad nan dimiliki seseorang buat menjalani kehidupan. Namun meski jasad sudah meninggal, namun roh tetap hayati di alam nan lain dan akan bangkit lagi ketika hari kiamat sudah tiba. Dalam masa kebangkitannya ini roh sudah tak memerlukan jasad lagi.


7. Al Farabi

Salah satu tokoh psikologi Islam global nan terkenal ialah Al Farabi. Selain dikenal sebagai psikolog Islam, beliau pun dikenal sebagai ilmuwan dalam bidang fisika, kimia, filsuf, pakar ilmu logika, pakar ilmu jiwa, metafisika, politik, dan lain sebagainya. Beliau dilahirkan di Farab pada 257 H atau 870 M dan meninggal global pada 339 H atau 950 M.
Sebagai seorang filsuf, Al Farabi termasuk filsuf muslim terkenal pada zamannya dan sangat sukar buat mencari padanannya. Filsuf nan memiliki nama lengkap Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag ini sejak kecil dikenal sebagai anak nan rajin belajar dan memiliki otak nan cerdas. Di kota kelahirannya, Farab, beliau belajar bahasa Arab, bahasa Turki, bahasa Parsi, dan ilmu agama. Farabi besar memutuskan buat pindah ke Baghdad dan menetap di sana selama 20 tahun.
Di Baghdad, beliau mempelajari ilmu filsafat, logika, matematika, etika, ilmu politik, musik, dan ilmu lainnya. Setelah dari Baghdad, Al Farabi memutuskan buat pindah ke Harran (Iran). Di sana, Al Farabi mempelajari ilmu filsafat Yunani kepada beberapa pakar di antaranya Yuhan bin Hailan. Setelah dari Harran (Iran) beliau pindah lagi ke Baghdad.
Selama di Baghdad, Al Farabi menghabiskan waktunya buat mengajar dan menulis. Beberapa hasil karyanya antara lain buku tentang ilmu logika, fisika, ilmu jiwa, metafisika, kimia, ilmu politik, dan lain sebagainya. Namun, sebagain besar karya-karya nan ditulis Al Farabi nan ditulis dalam bahasa Arab hilang dari peredaran. Sekarang ini, nan tersisa sekitar 30 buah.
Nah, berikut ini karya-karya nan dihasilkan oleh Al Farabi.
  1. Agrad al Kitab ma Ba'da Tabi'ah (Intisari Buku Metafisika)
  1. Al Jam'u Baina Ra'yai al Hakimaini (Mempertemukan dua pendapat Filusuf : Plato dan Aristoteles)
  1. 'Uyun al Masa'il (Pokok-pokok persoalan)
  1. Ara'u Ahl al Madinah (Pikiran-pikiran Penduduk Kota)
  1. Ihsa' al 'Ulum (Statistik Ilmu)
Saat pergolakan politik terjadi di Baghdad pada 330 H atau 941 M, Al Farabi merantau ke Haleb (Aleppo). Di sana, beliau mendapatkan perlakuan istimewa dari Sultan Dinasti Hamdani nan berkuasa saat itu. Karena mendapat perlakuan baik, Al Farabi tetap tinggal di sana hingga akhir hayatnya.
Jasa Al Farabi dalam perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu filsafat Islam sangat besar. Menurut berbagai sumber, beliau menguasai 70 jenis bahasa di global dan sebab itulah beliau dikenal sebagai ilmuwan nan menguasai banyak cabang keilmuan.
Al Farabi dikenal sebagai ilmuwan pertama nan memasukkan ilmu logika ke dalam kebudayaan Arab. Dalam bidang filsafat, Al Farabi temasuk golongan kelompok filsuf kemanusiaan. Beliau lebih mementingkan soal-soal kemanusiaan, seperti akhlak atau etika, kehidupan intelektual, politik, dan seni. Dalam ilmu filsafat, filsafat nan diajarkan Al Farabi merupakan campuran antara filsafat Aristoteles dan Neo Platonisme dengan pemikiran keislaman nan jelas.
Al Farabi meyakini bahwa antara agama dan filsafat tak ada kontradiksi sebab sama-sama membawa kepada kebenaran. Akan tetapi, beliau tetap berhati-hati bahkan risi jika filsafat itu membuat iman seseorang menjadi rusak. Oleh sebab itu, beliau berpendapat bahwa selain dirumuskan dengan bahasa uang samar-samar, filsafat pun hendaknya jangan sampai bocor ke tangan orang awam.
Nah, itulah klarifikasi mengenai tokoh-tokoh psikologi Islam dunia. Tokoh-tokoh psikologi Islam tak kalah dengan tokoh-tokoh psikologi lainnya. Bahkan, tokoh psikologi modern banyak berpatokan pada tokoh-tokoh psikologi Islam. Semoga klarifikasi mengenai tokoh psikologi Islam ini bermanfaat bagi Anda.




www.binasyifa.com

Siapa Aku?

Assalamu'aikum calon penghuni Surganya Allah :)
Alhamdulillah setelah beberapa waktu ga ngeposting apa-apa, akhirnya malam ini ngeposting juga hihihi. Di bawah ini adalah essay yang aku buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Sosial, ini deskripsi tentang kehidupanku sampai detik ini yang aku rangkumkan dalam 10 halaman microsoft word ukuran A4 dengan margin 3 3 3 4, justify, spacy 1,5 :) maafkan kalau isi ceritanya agak ga jelas, karena emang kemaren bingung nulis apa biar pas 10 halaman sesuai perintah dosennya :') sekali lagi maafkan..
selamat membaca!



SIAPA AKU

Perkenalkan nama saya Rima Nur Anjani, biasa dipanggil Rima atau Ima. Saya lahir di Banjarmasin, 30 April 1998. Saya dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh kedua orangtua saya yang biasa saya panggil Ummi dan Baba, beserta satu orang adik laki-laki saya yang berumur 2,5 tahun yang masih lucu dan menggemaskan bernama Ra’id Shabaz Al Hanif atau yang biasa saya panggil Shabaz. Saya dan adik saya memang terlampau jauh usianya, dia lahir pada saat saya duduk di bangku kelas 2 SMA tepatny saat berumur 16 tahun. Jadi, jangan heran jika saat berjalan-jalan di luar rumah banyak yang mengira kalau saya adalah ibunya Raid, padahal saya adalah kakanya (hahaha). Ntah karena apa orang-orang banyak yang mengira begitu, mungkin karena saya yang terlihat tua atau memang karena sekarang zamannya banyak anak muda yang menikah di usia muda & punya anak. Ntahlah, saya tidak tau.
            Sejak kecil Ummi dan Baba sudah menanamkan minat baca yang tinggi pada anak-anaknya. Sejak saya berumur 3 tahun, Ummi sudah sangat rajin membelikan buku atau majalah anak-anak seperti Bobo, Asuh dan Mombi. Biasanya setiap malam sebelum tidur Baba selalu membacakan cerita-cerita atau dongeng yang ada di majalah maupun buku yang dibelikan Ummi. Mungkin karena didukung oleh didikan orangtua saya tersebut sampai sekarang hobi saya adalah membaca dan mengoleksi buku. Buku yang saya miliki pun cukup banyak. Saya suka membaca semua genre buku, tetapi yang paling saya suka adalah novel Sherlock Holmes dan Sabtu Bersama Bapak. Saya juga suka sekali dengan puisi. Puisi yang paling saya suka adalah puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya sastrawan legendaris Indonesia, Sapardi Djoko Damono.
            Selain membaca dan mengoleksi buku, hobi saya yang lainnya adalah memasak. Mungkin karena ummi dan nenek saya adalah seorang pedagang makanan, dari kecil saya sangat suka melihat mereka berada di dapur dan saya juga ikut mereka mencampur baurkan rempah-rempah di atas panci hingga menjadi masakan yang lezat. Saya suka memasak apapun, tapi yang paling sangat suka adalah memasak ayam katsu dan ayam asam manis, dari berbagai banyak masakan yang saya masak, masakan itulah yang paling banyak mendapatkan acungan jempol dari sanak keluarga maupun teman-teman saya. Sempat terbesit dalam hati saya agar suatu hari nanti saya mendirikan sebuah restoran dan menjadi juru masak di restoran sendiri (semoga jadi kenyataan, aamiin). Biasanya jika suasana hati saya sedang tidak menentu atau sedang badmood, hal pertama yang saya lakukan adalah pergi ke dapur dan memasak. Memasak adalah moodbooster saya. Jadi, kalau nanti kamu melihat saya sedang badmood ajak aja saya masak, inshaa Allah mood saya akan kembali ceria lagi (hehehe).
            Pada essay ini, saya akan menceritakan tentang masa-masa sekolah yang pernah saya tempuh, mulai dari SD, SMP dan SMA, serta masa yang sedang saya lalui sekarang yaitu masa perkuliahan.
            Pertama, masa SD (sekolah dasar). Masa-masa sekolah dasar selama 6 tahun, saya habiskan di SDN Belitung Selatan 4 Banjarmasin. Tepatnya dibelakang Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Menurut orangtua dan guru-guru saya, saya termasuk siswa yang cepat dalam proses perkembangan kognitif. Terbukti dari cepatnya saya dalam belajar membaca, menulis maupun menggambar. Alhamdulillah, dari kelas 1 hingga kelas 6 saya selalu menduduki peringkat 3 besar di kelas. Saya juga termasuk siswa yang aktif dalam kegiatan sekolah, seperti menjadi anggota Pramuka, pengibar bendera dan intruktur senam setiap hari Jum’at.  Jarak antara rumah dan sekolah saya cukup dekat, sehingga biasanya saya ke sekolah menggunakan sepeda atau di antar Baba paginya dan saat pulang jalan kaki bersama teman-teman. Sejak kecil saya sangat suka bersosialisasi dan menemukan teman baru, tak heran saat SD teman yang saya kenal tak hanya di sekolah saya saja, tetapi juga sekolah-sekolah lain yang berada dekat dengan sekolah saya.
            Kedua,  masa SMP (sekolah menengah pertama). Alhamdulillah saya lulus SD dengan nilai rapot yang menurut saya sangat memuaskan dan NIM yang memuaskan juga. Pada masa awal kelulusan dari SD, saya mengalami pertengkaran kecil dengan ummi dan baba yang meributkan tentang SMP mana yang akan saya pilih. Dengan NIM yang cukup baik yaitu 26,30, saya merasa saya bisa masuk di hampir seluruh SMP di Kota Banjarmasin (mulai takabur). Awalnya saya sangat kekeh untuk bersekolah di SMPN 9 Banjarmasin, dengan alasan karena banyak teman-teman saya yang bersekolah disana dan saya tidak mau berpisah dengan teman-teman saya waktu SD dulu (maklum masih anak kecil, pikiran labil). Tapi, ummi dan baba juga kekeh ingin menyekolahkan saya di SMPN 2 Banjarmasin yang termasuk SMP favorit di Kota Banjarmasin. Diiringi dengan adu argumen dan tangisan, akhirnya berkat sholat istikharah ‘pertama’ yang saya lakukan, Alhamdulillah Allah memberikan petunjukNya serta membuka hati saya, dan pilihan sekolah yang akan saya masuki jatuh pada  SMPN 2 Banjarmasin. Dan id, ego serta superego pun selaras.
Saat menjadi siswa SMP teman saya juga cukup banyak. Mungkin karena sifat saya yang mudah bergaul dan aktif di kelas, di awal masa persekolahan saya sudah cukup dikenal di antara teman-teman maupun kaka kelas saya.
            Di masa ini juga saya terkena virus “merah jambu”. Untuk pertama kalinya, saya pacaran. Tapi saya pacaran bukan dengan teman satu sekolah saya, melainkan dengan teman komplek saya yang kebetulan sekolahnya bersampingan dengan sekolah saya. Hari demi hari yang kami lakukan adalah backstreet, karena kalau kedua orangtua kami tau, itu akan menjadi masalah yang amat sangat besar (Plis ini jangan ditiru ya:( ). Terlebih dari didikan di keluarga saya yang saya rasakan cukup ‘religius’ saya sangat di larang untuk pacar-pacaran. Tapi apalah daya saya, karena dorongan id dan bisikan setan yang terlalu besar pada masa itu saya tetap juga berpacaran. Dan Id mengalahkan Superego.
            Menurut saya, masa SMP ini adalah masa paling suram dalam kehidupan saya. Karena di masa inilah saya merasakan bagaimana rasanya di bully, di intimidasi, dikucilkan di lingkungan pertemanan saya. Menurut saya, alasan cuman satu, karena mereka iri. Pertama, iri karena banyak teman laki-laki yang mendekati saya (ini saya serius loh ya, bukannya sombong atau kepedean tapi ini seriusan wkwk), yang kedua, iri karena biasanya saya yang dipilih sekolah untuk menjadi perwakilan di beberapa perlombaan seperti olimpiade-olimpiade, pengakuan ini saya dapatkan dari teman saya waktu SMP yang akhirnya menceritakan kenapa mereka dulu menjauhi dan membully saya.
Sejak SMP ini juga lah saya belajar berorganisasi. Sebenarnya organisasi yang saya ikuti hanya 2, yaitu TIM CC (Cerdas Cermat) dan musik tradisional. Tetapi yang paling aktif adalah di TIM CC. Saya juga bukan anggota OSIS, tetapi banyak guru dan teman-teman saya yang mengajak saya untuk ikut serta dalam mengurus berbagai acara. Saya juga sering menjadi MC di acara formal maupun non formal. Mungkin karena kemampuan saya dalam berbicara di depan umum ini jugalah, pihak sekolah sering memilih saya untuk menjadi delegasi dalam berbagai acara penting, seperti diskusi pelajar bersama walikota dan gubernur, dll. Di masa ini saya mendapatkan begitu banyak pelajaran dan pengalaman, yang membuat saya kedepannya semakin berusaha untuk menjadi sosok yang lebih baik. Dan akhirnya, ego menyelaraskan id dan superego.
            Ketiga, masa SMA (sekolah menengah atas). Setelah lulus dengan nilai ya... gak jelek-jelek banget juga dan berbekal pengalaman dulu saat memilih SMP, hal yang juga saya lakukan saat memilih SMA yaitu dengan meminta restu orangtua dan sholat istikharah. Ntah kenapa saat lulus SMP saya tidak begitu tertarik untuk melanjutkan sekolah di SMA yang berada di dalam lingkungan pelajar “Mulawarman Banjarmasin”. Hingga akhirnya keputusan terbaik jatuh pada SMAN 6 Banjarmain atau yang sering di sebut Smasix yang berada di Jalan Belitung Banjarmasin dan sangat dekat dengan rumah saya, kurang lebih 5 menit waktunya untuk sampai ke smasix.
            Menurut saya masa kejayaan saya ada saat di SMA ini. Sehabis banyaknya pelajaran yang saya dapatkan di SMP, saya mulai mengasah diri dan potensi saya. Saya amat fokus dalam pengembangan diri saya, saya tidak peduli lagi dengan omongan oranglain tentang saya, saya juga tidak terlalu memfokuskan diri ke hal-hal yang berbau pacaran, ya walaupun pada akhirnya saat semester 2 saya kembali berpacaran dengan salah satu teman SMP saya dulu yang kebetulan bersekolah di smasix juga. 
Saat SMA ini saya mengikuti berbagai kegiatan, entah itu intra sekolah maupun ekstra sekolah. Di dalam lingkungan sekolah, saya mengikuti ekstrakurikuler IRMUS (ikatan remaja muslim) dan KIR (kegiatan ilmiah remaja). Menurut saya, selama saya menjadi anggota dan pengurus dua organisasi tersebut saya sudah memberikan yang terbaik dan berhasil mengharumkan nama sekolah melalui organisasi tersebut. Banyak perlombaan yang saya menangi, ntah itu dalam lingkup kota, hingga nasional. Di KIR GreenSAND Smasix saya pernah menjadi ketua umum organisasi tersebut. Saya juga berhasil mengikuti berbagai perlombaan yang sifatnya nasional hingga inovasi-inovasi acara yang saya laksakan pada saat kepengurusan saya. Karena organisasi ini juga saya bisa mengelilingi pulau Jawa, yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya bisa mendatangi kota-kota tersebut.
            Prestasi yang pernah saya torehkan antara lain Juara 1 AHM Best Student ke Kalselteng tahun 2014 dan menjadi perwakilan Kalselteng di tingkat nasional yang diadakan di Jakarta. Di Jakarta itulah saya mengenal teman-teman dari berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke. Saya sangat bersyukur bisa menjadi perwakilan Kalselteng dan berada disana, walau hanya beberapa hari namun ilmu dan pengalamannya luar biasa. Saya menjadi tau budaya-budaya di Indonesia, punya sahabat di daerah lain. Sampai detik ini pun kami masih saling berhubungan, berbagi kontak dan curhat-curhatan tentang banyak hal walau hanya bisa via sosial media. Semoga suatu hari nanti saya bisa ke daerah mereka dan merasakan atmosfer di sana (aamiin).
            Selain itu saya juga aktif di bidang penelitian, saya pernah lolos ke dalam 10 besar LKTI Nasional yang di adakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dan Institut Sepuluh Nopember Surabaya. Berkat lomba-lomba tersebut juga saya akhirnya bisa keliling Surabaya dan Malang, menikmati atmosfer disana. Ah.. sungguh masa-masa yang indah.
            Oiya, bukan hanya kesempatan untuk pergi ke luar kota itu saja yang saya dapatkan, banyak hal-hal lain yang juga tak kalah pentingnya yang saya dapatkan. Salah satu yang paling luar biasa menurut saya adalah penelitian saya di daerah Mandastana, Botola, Kalsel, disana saya meneliti tentang sistem pertanian masyarakat transmigrasi dari pulau Jawa. Sistem pertanian yang menurut saya unik dan inovatif, cocok jika diterapkan di daerah-daerah lain. 
Bukan hanya informasi yang saya dapatkan tetapi juga dengan penelitian-penelitian tersebut saya bisa terjun langsung ke lapangan, berbaur dengan masyarakat yang berada di tempat saya melakukan penelitian itu. Berbicara, bercerita dan berbagi banyak hal. Hal yang menurut saya sangat berpengaruh untuk kehidupan saya dengan menjadi bagian dari masyarakat tersebut saya bisa melatih kemampuan saya untuk bersosialisasi dengan orang lain, saya menjadi lebih banyak bersyukur atas kehidupan yang saya terima, banyak di luar sana orang-orang yang tidak seberuntung kita. Intinya, empati saya sangat dibentuk dengan kegiatan penelitian-penelitian ini. Hal yang mungkin tidak akan saya dapatkan di dunia persekolahan. Pengalaman luar biasa yang akhirnya bisa mengubah sudut pandang saya terhadap sesuatu, membuat saya semakin dewasa, bukan lagi seorang ABG yang hanya sibuk memikirkan diri sendiri tanpa peduli dengan nasib orang lain diluar sana.
            Selain kegiatan penelitian, saya juga pernah terpilih menjadi Duta Ayo Ngaji Tiap Hari Kota Banjarmasin yang diadakan oleh Syaamil Qur’an Indonesia. Mendapatkan selempang dan dinobatkan sebagai duta bukanlah perkara yang mudah untuk saya, dengan adanya title tersebut saya harus bisa menjadi panutan yang baik, karena secara tidak langsung saya sudah menjadi titik pandang  orang lain. Tapi saya amat bersyukur karena dengan pengalaman ini juga saya bisa berbagi ilmu dengan banyak orang melalui sosialisasi-sosialisasi yang pernah saya lakukan.
            Mungkin itu dulu kisah masa SMA saya. Sekarang saya akan menceritakan tentang masa perkuliahan yang saat ini saya lalui. Dan pada akhirnya, ego menyelaraskan id dan superego.
            Setelah lulus SMA, saya kembali dihadapi dengan kebingungan memilih jurusan kuliah. Dulu saya sempat berkeinganan untuk kuliah di kedokteran, ilmu gizi hingga astronomi. Saya juga ‘hampir’ mengikuti seleksi masuk STAN, tapi karena terkendala oleh izin ummi dan baba akhirnya keinganan saya untuk mengambil jurusan perpajakan STAN gagal total J begitu juga halnya dengan kedokteran UNPAD. Gagal total J
            Hingga H-5 penutupan jalur SNMPTN, saya masih di titik kebingungan saya. Ini bukan perkara mudah, karena disini lah saya akan memulai dunia saya yang baru, saya tidak ingin salah pilih. Saya harus mempertimbangkan segala hal dengan matang dan pada akhirnya..... berkat satu ucapan ummi yang berbunyi “kenapa ga coba psikologi aja ima? Kan ima suka mengamati budaya, karakter orang dan suka dengerin curhatan oranglain?” JLEBB kalimat itu menjadi  energy booster  bagi saya untuk mencari tahu tentang apapun yang berhubungan dengan  psikologi. Ntah itu prospek kerjanya, mata kuliahnya nanti, tokoh-tokoh psikolog, sampai pada suatu hari saya mendapatkan rekomendasi novel psikologi dari teman saya yang berjudul Sybil. Hal itu semakin membuat saya penasaran dengan psikologi ini sebenarnya. Walaupun sempat mendapatkan pertentangan dari baba yang kekeh untuk menyekolahkan saya di jurusan yang berhubungan dengan ekonomi dan perpajakan, tetapi berkat doa seorang Ibu, hati baba lulus juga. Beliau akhirnya mengizinkan saya untuk memilih jurusan bebas sesuai dengan keinginan saya. Hingga akhirnya H-1 penutupan SNMPTN saya memilih yakin untuk memilih jurusan Psikologi UNLAM di pilihan pertama dan jurusan Kesehatan Masyarakat UNLAM di pilihan kedua.
            Dan Alhamdulillah, atas izin Allah saya berhasil lulus di jurusan Psikologi UNLAM dan hingga detik ini menjadi salah satu mahasiswinya. Yang awalnya saya ga punya bayangan yang pasti tentang psikologi, lambat laun akhirnya saya jatuh cinta dengan jurusan. Ntahlah.. saya kita hanya dengan belajar psikologi saya bisa memahami dan mengerti orang lain dengan cara berbeda dari orang biasa. Saya berharap kedepannya saya bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi dengan berada di jurusan ini dan selalu mengasah potensi dan kemampuan saya. Dan pada akhirnya, ego, id, dan superego saling menyelaraskan.
            Selanjutnya, saya akan mendeskripsikan tentang kelebihan dan kekurangan yang saya miliki.
Pertama, saya akan mendeskripsikan tentang kekurangan saya terlebih dahulu. Menurut saya, saya ini termasuk orang boros, keras kepala, mageran (males gerak), moody, masih suka menunda-nunda pekerjaan terutama pekerjaan rumah dari dosen (hehehe maaf ya pak/bu) dan saya termasuk orang yang suka bicara blak-blakan, to the point, karena saya tidak suka kemunafikan ataupun hal yang bertele-tele (WIHH) . Jadi, saya lebih suka ngomong langsung ke orangnya. Namun, saya sadar dengan kekurangan dan sifat saya yang kurang baik tersebut. Kini saya belajar, bagaimana saya seharusnya berbicara dengan orang lain, mengerti pendapat dan argumen oranglain meskipun itu sangat bertentangan dengan pemikiran saya. Saya berusaha untuk meredakan emosi saya, saya tidak ingin kekurangan saya ini mengganggu kehidupan saya. Saya akan terus mencoba untuk memperbaiki diri, mengubah kekurangan saya menjadi sebuah kelebihan. Mengubah yang buruk menjadi baik. Dan pada akhirnya, id dikalahkan superego.
            Sedangkan kelebihan saya adalah saya mudah bergaul dan membuat relasi di lingkungan baru, mudah beradapsi, pendengar yang baik, menurut teman-teman saya saya termasuk lucu dan suka menghibur teman-teman saya. Oiya, menurut orang-orang yang kenal, mereka mengatakan bahwa saya punya kepedulian sosial yang tinggi. Saya pernah menjadi relawan di Yayasan Anak Bangsa Banjarmasin, biasanya saya mengajar anak-anak disana, dan setiap Jum’at sore biasanya saya pergi ke RSUD Ulin untuk membagikan kue dan susu untuk anak-anak penderita kanker :’)
            Saya sangat suka hal-hal yang berhubungan dengan anak-anak dan literasi. Dulu saat SMA juga suka sekali bergabung diberbagai komunitas, seperti HiLo Green Community, Earth Hour, Relawan Peduli Anak Kanker dll. Karena passion  saya itu jugalah pada Mei tahun lalu saya membuat sebuah project yang saya namai Lucky Paper Project dimana kegiatan ini berhubungan literasi dan minat baca anak-anak. Namun, karena dukungan teman-teman akhirnya pada awal tahun 2017 kemarin, saya mengubahnya menjadi sebuah komunitas yang saya beri nama “Komunitas Literasi Banua” visi misi nya masih sama. Hanya ruang lingkupnya saja yang ada pengembangan, yang dulunya hanya berfokus di Banjarmasin, sekarang sudah difokuskan di seluruh daerah di banua.
            Biasanya setiap minggu pagi, saya membuka lapak baca di Taman Kamboja Banjarmasin, CFD Murjani Banjarbaru dan CFD Kantor Gubernuran Kalsel. Berbagi canda tawa dengan anak-anak yang singgah di lapak Literasi Banua, mendongeng bersama mereka, maupun berbagi kisah dan mendengarkan cerita dari para orangtua tentang anaknya dan banyak sekali bahasan saya setiap minggu pagi bersama orang-orang yang mau mengikhlaskan jiwa raganya bersatu bersama buku. Saya tidak suka omong kosong, saya tidak suka berkata-kata untuk menjanjikan sesuatu. I don’t trust your words, I trust your actions. Itulah yang selalu saya cam kan pada orang-orang yang terlalu banyak bicara tapi tidak berbua apa-apa. Saya sedih dengan generasi sekarang, kebanyakan hanya bisa mengkritik, mencaci, menghina, tanpa memberikan perubahan yang lebih baik melalui aksi atau tindakan mereka.
            Dalam menjalani hidup ini, saya mempunyai moto yang selalu menjadi penyemangat saya dalam melakukan segala hal yaitu Khairunnas Anfa’uhum Linnas yang artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”. Saya ingin bermanfaat bagi orang lain melalui apapun yang saya lakukan. Saya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat. Bermanfaat bagi siapapun, yang saya kenal maupun tidak. Oleh karenanya saya mendirikan komunitas tersebut, menjadi relawan, mengikuti organisasi dan melakukan penelitian, karena saya ingin setiap kehadiran saya memberikan manfaat kepada oranglain.
            Mungkin itu saja yang dapat saya ceritakan di dalam essay SIAPA AKU ini..

Wassalamu’alaikum wr, wb.

Sabtu, 25 Februari 2017

Tiga Kalimat yang Menyelamatkan

Allah menceritakan dalam Al Qur'an tentang taubat Nabi Yunus a.s, saat beliau berdakwah kepada kaumnya untuk menyembah Allah SWT, namun kaum itu tidak menuruti dakwahnya. Nabi Yunus merasa tidak sabar dan marah terhadap kaumnya, sehingga beliau pergi meninggalkan mereka. lalu Allah SWT menguji beliau dengan cobaan untuk mengetahui sejauh mana keyakinannya terhadap Allah.

Al Qur'an menceritakan dengan ringkas tentang Nabi Yunus tersebut:

"Dan (ingatlah) kisah Dzun Nun (Yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya atau menyulitkannya, maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim. Maka Kami telah memperkanankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa: 87-88)

Allah menguji Nabi Yunus saat menaiki sebuah kapal laut, ditengah laut kapal itu diterpa angin yang kencang. dipermainkan oleh ombak, dan mereka merasa bahwa kapal dalam bahaya besar. Para anak buah kapal berkata, : "Kita harus mengurangi beban kapal sehingga kapal ini tidak tenggelam."

Mereka harus memilih untuk mengurangi beban kapal dengan membuang orang di atas kapal itu agar para penumpang yang lain selamat. Mereka mengadakan sistem undian. Dan ternyata undian tersebut jatuh kepada Nabi Yunus. Walaupun undian diulang beberapa kali, undian tetap jatuh kepada Nabi Yunus sehingga beliau harus dilemparkan ke laut. Saat dilempar ke laut Nabi Yunus langsung ditelan oleh seekor ikan paus. Di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus menyadari kesalahannya. Beliau berdo'a di kegelapan dalam kedaan yang begitu gelap, kepada Nabi Yunus, kegelapan laut dan kegelapan malam.

Do'a Nabi Yunus terangkum dalam Tiga Kalimat yang Menyelamatkan, tiga kalimat pendek, namun penuh makna yang mendalam.

Pertama: menjelaskan tauhid uluhiyah, yang dengannya Allah SWT mengutus para Rasul, menurunkan kitab-kitab, dan dengannya pula berdiri surga dan neraka: "Laa Ilaha Illa Anta" artinya Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.

Kedua: menunjukkan kesucian dan pembersihan Dzat Allah SWT dari kekurangan. Kalimat ini adalah tasbih yang dilakukan langit, bumi dan seluruh makhluk. Karena segala sesuatu yang bertasbih dengan memuji-Nya dengan kalimat "Subhaanaka" artinya Maha Suci Engkau.

Ketiga: menunjukan pengakuan atas kedzaliman/dosa yang dilakukan. Pengakuan atas perlakuan mendzalimi diri sendiri dan tidak menjalankan hak Tuhannya dengan baik. "Inni kuntu minazh zhaalimin" artinya sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Ini merupakan ciri taubat dengan pengakuan sepenuh hati.

Maka jangan heran, walaupun kalimat tersebut pendek, tapi segera mendapatkan jawabannya di dunia ini, sebelum di akhirat:

"Maka Kami telah memperkanankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa: 87-88)

Hal ini diperkuat oleh Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

"Doa saudaraku Dzun Nun (Yunus) yang jika dibaca oleh orang yang sedang tertimpa bencana, niscaya Allah SWT akan menghilangkan bencana dan kesulitannya itu: "Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang melakukan kedzaliman".

Penulis punya pengalaman nyata. Ketika menghadapi sebuah kasus korupsi, penulis dianggap musuh dan diancam akan dibunuh. Untuk pertama kalinya penulis merasa ketakutan yang sangat kuat dan gelisah dalam beberapa hari. Namun dengan rahmat, pertolongan dan ma'rifat kepada Allah, penulis berdoa dan membaca Tasbih Nabi Yunus tersebut. Memohon agar Allah sellau menyertai, memberikan perlindungan, dan pertolongan dalam menghadapi masalah tersebut. Akhirnya dengan izin Allah segala ketakutan dan kegelisahan menjadi sirna dan masalah dapat terselesaikan. Alhamdulillah..


Dikutip dari Buku : Bahagia itu Mudah, karya Ahmad Jazuli

Kamis, 14 Juli 2016

Syukur yang Mengubah Hidup


           Nabi SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim)
                Imam Ibnu Qayyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 macam. Tiga hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan, dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: “Sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut”
                Bersyukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:
1.       Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
2.       Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat
3.       Mengakui adanya nikmat yang diberikan
4.       Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan
5.       Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.
Siapa saja yang menjalankan 5 prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka kita tidak akan merasakan kebahagiaan secara sempurna.
Dengan bersyukur kita mendapatkan 2 manfaat yang kan mengubah hidup kita, yaitu:
Pertama, pahala dari Allah, karena bersyukur adalah perintah Allah, maka kita akan mendapatkan pahala jika bersyukur. Selain itu, Allah akan menambah nikmat tambahan, selain nikmat yang sudah diberikan seperti firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim:7).
Kedua, bersyukur menghasilkan Good Feeling. Orang yang bersyukur perasaannya akan menjadi lebih enak, nyaman dan bahagia. Hal ini terjadi karena saat bersyukur pikiran akan fokus pada nikmat-nikmat yang telah kita dapatkan dan akan merubah fisiologis tubuh kita seperti saat menerima nikmat tersebut.
Bahagaimana cara bersyukur yang bisa mengubah hidup Anda? Untuk bisa mengubah hidup, kita harus peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kepekaan yang kurang terhadap nikmat Allah akan mengurangi rasa syukur kita kepada-Nya, sebba kita merasa tidak ada sesuatu nikmat yang perlu disyukuri. Padahal, kita setiap saat mendapatkan nikmat Allah baik lahir maupun batin. Iman, islam, kesehatan, udara(oksigen), ilmu pengetahuan, waktu dan berbagai nikmat lainnya yang rutin diberikan Allah secara gratis, yang kadang terlupakan karena sudah melekat pada diri kita secara otomatis.
Untuk meningkatkan kepekaan terhadap nikmat, kita bisa melakukan perenungan terhadap nikmat yang kita dapatkan dalam kehidupan yang diberikan Allah setiap hari. Bayangkan dan rasakan nikmat tersebut satu per satu, kemudian bersyukurlah, niscaya hidup kita menjadi lebih mudah dan bahagia.

Senin, 13 Juli 2015

12 Ciri Sahabat Sejati Menurut Imam Ghazali

1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.

3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.

4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.

5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.

6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.

7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.

8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.

9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.

10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.

11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.

12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

Alfarabi, Komposer Besar Muslim Yang Tidak Cinta Dunia



Selama ini kita hanya tahu kalau jagoan musik itu orang-orang seperti Mozart, Bach, atau komposer-komporser barat lainnya. Padahal jauh sebelumnya, dunia Islam sudah melahirkan seorang musisi jenius: Al Farabi!
   Nama sebenarnya Abu Nasr Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Uzlaq Al Farabi. Beliau lahir pada tahun 874M (260H) di Transoxia yang terletak dalam Wilayah Wasij di Turki. Bapaknya merupakan seorang anggota tentara yang miskin tetapi semua itu tidak menghalanginya untuk menimba ilmu di Baghdad. Kenapa di Baghdad, ini karena pada zaman itu semua ilmu memang berkumpul di Syria atau Irak.
      Setelah beberapa waktu lamanya tinggal di Irak, Al Farabi memutuskan hijrah ke Damsyik, sebelum meneruskan perjalanannya ke Halab. Semasa di sana, beliau berkhidmat di istana Saif al-Daulah dengan gaji empat dirham sehari. Hal ini menyebabkan dia hidup dalam keadaan yang serba kekurangan.
Walaupun Al-Farabi merupakan seorang yang zuhud, tetapi beliau bukan seorang ahli sufi. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang cukup terkenal pada zamannya. Dia berkemampuan menguasai pelbagai bahasa.
         Bicara soal keahliannya yang utama apalagi kalo bukan dalam soal musik. Lagu yang dihasilkannya meninggalkan kesan secara langsung kepada pendengarnya. Selain mempunyai kemampuan untuk bermain musik, beliau juga telah mencipta satu kesenian yang kelak jadi identitas orang Arab. Apalagi kalo bukan musik gambus.
        Tapi kemampuan Al-Farabi bukan sekadar itu. Beliau juga memiliki ilmu pengetahuan yang mendalam dalam bidang kedokteran, sains, matematika, dan sejarah. Satu lagi keterampilannya sebagai seorang ilmuwan yang terulung dalam bidang falsafah. Bahkan kehebatannya dalam bidang ini mengatasi ahli falsafah Islam yang lain seperti Al-Kindi dan Ibnu Rusyd.
          Di bidang musik, sumbangan terbesarnya dalam sejarah adalah sebuah buku yang berisi tentang pengajaran dan teori musik Islam: Al-Musiqa. Asal tahu saja, buku ini sampai sekarang masih dianggap jadi buku musik yang terpenting dalam bidang musik di seluruh dunia. Soalnya, Al-Farabi konon yang pertama meletakan dasar-dasar tentang not balok dan segala sesuatu yang berhubungan dengan musik-musik modern zaman sekarang.
         Sebagai seorang ilmuwan yang tulen, Al-Farabi turut memperlihatkan kecenderungannya menghasilkan beberapa kajian dalam bidang kedokteran. Walaupun kajiannya dalam bidang ini tidak menjadikannya masyhur tetapi pandangannya sudah memberikan sumbangan yang cukup bermakna terhadap perkembangan ilmu kedokteran di zamannya.
        Al-Farabi terdidik dengan sifat qanaah (sederhana). Sifat itu menjadikan beliau seorang yang amat sederhana, tidak gila akan harta dan tidak cinta dunia. Beliau lebih menumpukan perhatian untuk mencari ilmu daripada mendapatkan kekayaan duniawi. Sebab itulah Al-Farabi hidup dalam keadaan yang miskin sehingga beliau menghembuskan nafas yang terakhir pada tahun 950M (339H). (sa/ind/berbagaisumber)

sumber : eramuslim.com

Surat #7

Teruntuk Kamu yang Telah Ia Datangkan, Hai, salam kenal. Semoga do'a-do'a kita di-amin-kan segera oleh penduduk langit. Sampai berju...