Kamis, 19 Juli 2012

La Tahzan ...


Sikap sedih memadamkan bara harapan, mematikan ruh cita-cita, dan membekukan semangat jiwa. 

Maka sesungguhnya bersama kesedihan itu ada kebahagiaan. Ketahuiah bahwa sesudah lapar pasti ada kenyang, sesudah dahaga pasti ada segar, sesusah melek pasti ada tidur, sesudah sakit pasti ada sembuh, sesudah tidak ada pasti akan hadir, yakinlah penderitaan akan berakhir.
“Allah pasti akan mendatangkan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisiNya” (QS. AL-Ma’idah ; 52)

Oleh karena itu, jnganlah kira mempersempit dada karena mustahil suatu keadaan yang menyengsarakan akan berlangsung terus-menerus tanpa ada perubahan. Ibadah yg paling utama adalah menunggu dtangnya kemudahan mngusir kesulitan. Dunia adalah senda gurau yg tidak berhak mndapatkan penilaian dari kita kecuali berpaling dan menolaknya.

Sesungguhnya kehidupan didunia ini penuh dgn induk permusuhan, cikal bakal kedukaan, dan sumber malapetaka. Di antara hal pokok dalam meraih kegembiraan ialah kita mngekang dan menjaga pemikiran kita agar tidak lari, lepas dari kendali, dan membabi buta. Hal demikian karena sesunggunya jika kita membiarkan pikiran kita dan apa yg disukainya, niscaya ia akan mnjadi tnpa kendali. Ia akan mmbuka arsip kesedihan dan membacakan kepda kita semua ctatan tragedi yg terjadi semenjak kita dilahirkan.

Sesungguhnya pemikiran itu apabila dibiarkan akan mngembalikan kita pada masa lalu yg penuh luka dan akan membukakan masa depan kita dgn rasa takut sehingga akan mengguncang tekad kita.
Oleh karena itu, kendalikanlah pkiran kita dgn mengarahkannya untuk melakukan pekerjaanyg mmbuahkan hasil yg mnguntungkan dgn ksungguhan dan konsentrasi penuh.

Satu hal lain yg mmbuat kita sedih gampang bersedih dan berputus asa adalah menolak diri sendiri. Nilai kita terletak dibakat kita, amal shaleh kita, manfaat dan akhlak kita dlam diri kita. Oleh karena itu, tidak ada alas an untuk bersedih karena tdak mndapatkan ketampanan atau kecantikan, harta benda, atau orgtua yg kaya raya. Tetap Ridhalah dgn bagian yg telah diberikan Allah. Niscaya jika kita mnanamkan sikap sperti itu, kita tdak akan mudah bersedih.

Hanya hari ini kesempatan kita untuk hidup, bukan hari kemarin atau yg telah pergi dgn membawa kebaikan dan keburukan, dan bukan pula hari esok yg belum tiba saatnya. Usia kita adalah sehari, maka tanamkanlah dalam lubuk hati bahwa hanya hari ini kita hidup seakan-akan kita dilahirkan dan meninggal  dunia pada hari yg sama. Apabila perasaan ini tertanam dalam hati, niscaya perjalanan hidup kita  tidak akn terombang ambing di antara hidup mimpi buruk dimasa lalu(berikut dgn kesusahan dan ksedihannya) dan kekhawatiran masa depan (dengan bayangan yg mankutkan serta gerakannya yg mnggetarkan). Hanya untuk hari inilah kita harus mmusatkan konsentrasi, perhatian, jerih payah, dan ksungguhan kita. Jalanilah khidupan ini dgn senang dan gembira, aman dan tenang, serta penuh rasa ridha dgn apapun yg tlah kita miliki.

“Berpegang teguhlah pada apa yg telah Allah berikan kepada kalian dan jadilah kalian termasuk orang-orang yg bersyukur” (QS. Al-A’raf ; 144)

Tidak ada komentar:

Surat #7

Teruntuk Kamu yang Telah Ia Datangkan, Hai, salam kenal. Semoga do'a-do'a kita di-amin-kan segera oleh penduduk langit. Sampai berju...