Kamis, 04 Juni 2015

Muslimah Hebat Dambaan Umat


Menjadi perempuan adalah anugrah. Menjadi perempuan yang beriman dan berislam, itu jauh lebih indah lagi. Mau tahu kenapa? Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.
Jalan lain ini seringnya sok menjadi pahlawan kesiangan bagi perempuan sehingga seakan-akan perempuan sendiri merasa diistimewakan. Salah satunya adalah ide feminisme yang (katanya) memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Tapi muslimah cerdas nggak bakal dong terjebak dengan ide yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam ini. Sebab, bukannya menjadi mulia, feminisme justru membawa perempuan kepada keterpurukan yang makin parah dalam semua sendi kehidupan.
Trus, gimana dong supaya kamu, saya, dan kita semua bisa menjadi perempuan mulia dan hebat dunia-akhirat? Pasti dong ada langkah-langkah jitu untuk mencapainya. Ikuti terus yuk bahasannya.

Muslimah itu harus cerdas
Poin ini selalu saya tujukan bagi perempuan siapa pun dia adanya dan di mana pun dia berada. Why? Karena perempuan cerdas itu indah. Ia nggak mudah dibohongi oleh apa pun atau siapa pun, baik oknum itu berupa sosok bernama laki-laki ataupun sosok bernama ideologi. Laki-laki di sini yang dimaksud adalah laki-laki yang nggak beriman dong. Karena kalo yang beriman, otomatis ia pasti memuliakan perempuan. Sedangkan sosok bernama ideologi utamanya kapitalisme dan sosialisme, akan mudah mempecundangi perempuan nggak cerdas dengan banyak cara. Eksploitasi perempuan adalah salah satunya.
Perempuan cerdas nggak akan mudah terpesona dengan bujuk rayu nggak bermutu ini. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan hanya aksesori semu di atas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karya nyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal, bukan sekadar akal-akalan saja. Memang ada? Banyak malah. Tuh lihat aja kontes puteri atau miss apalah itu namanya, menjadikan otak alias brain sebagai pajangan asal pantas. Soalnya tanpa kriteria brain, si panitia takut kalo masyarakat akan menganggap lomba-lomba semacam itu hanya bisa mengandalkan tubuh seksi perempuan semata. Padahal mah kenyataannya iya banget. Naif banget kalo kamu masih percaya kecerdasan turut diperhitungkan dalam kontes semacam ini.
Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang oke, kecerdasan pun bisa juga diraih dalam bentuk lain. Salah satunya adalah kecerdasan dalam menyikapi fakta yang tersaji di depan mata lalu berusaha menicarikan solusi cerdas atas semua masalah yang ada. Misalnya dalam menyikapi harga BBM yang semakin mahal. Perempuan cerdas langsung memahami bahwa itu semua terjadi gara-gara diterapkan sistem Kapitalisme yang jadi kiblat pemerintah saat ini. Negara menjadi macan ompong yang nggak mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara cuma berperan sebagai pedagang untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dengan dalih pengurangan subsidi.
Sayangnya, sekolah yang ada saat ini sangat tidak mencerdaskan muridnya terutama kaum perempuan. Diperparah dengan liberalisasi pendidikan alias pemerintah sudah nggak mau bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya, jadilah sekolah-sekolah itu disulap menjadi barang mewah yang mahal dan tak terjangkau. Klop banget untuk menjadikan perempuan jauh dari kecerdasan.
Tapi sebenarnya yang namanya kecerdasan, bisa ditempuh dan diasah dalam ranah kehidupan yang lain. Sekolah kehidupan internasional adalah solusinya. Apa itu? Yaitu sebuah sekolah yang menjadikan kurikulum universal sebagai materi pelajarannya, dengan standar Islam sebagai patokan. Laboratoriumnya juga canggih karena langsung terjun ke masyarakat tanpa harus nunggu program KKN yang biasa ada di perguruan tinggi. Muslimah jenis ini, sudahlah cerdas otaknya, cerdas pula empatinya. Top banget dah.

Berakhlak mulia juga harus dong!
Non, selain cerdas, perempuan itu kudu berakhlak islami. Percuma aja punya kecerdasan kalo ternyata nggak bermoral dan akhlaknya rusak. Banyak banget tuh kejadian ayam kampus atau ayam abu-abu (sebutan untuk pelacur yang masih kuliah atau SMA) yang berotak brilian namun jangan ditanya soal akhlak. Mereka obral diri hanya demi gepokan rupiah. Tentu bukan seperti ini gambaran perempuan mulia dan hebat itu.
Akhlak bisa ada pada diri perempuan bila ia beriman. Karena sesungguhnya standar akhlak sendiri adalah bagian dari syariat Islam dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan hal ini berkaitan banget dengan akidah yang dianut seseorang. Misal nih, kamu mempunyai akhlak dengan sifat jujur. Bukan semata-mata karena jujur itu baik, tapi seharusnya kamu sadar bahwa jujur itu baik karena Allah bilang jujur itu baik. Dan kalau Allah bilang itu baik maka itu artinya perbuatan itu akan memperolah nilai dan pahala di hadapanNya.
Pada satu momen, ketika Allah bilang jujur nggak baik ya kita harus nurut bahwa jujur itu nggak baik. Ada tiga kondisi dalam Islam yang memperbolehkan seseorang untuk berlaku tidak jujur. Pertama adalah dalam hubungan suami istri untuk membahagiakan pasangan, kedua adalah dalam peperangan, dan ketiga adalah ketika mendamaikan dua orang yang bermusuhan. Jadi, dalam kejujuran pun standar yang kita pake jelas banget yaitu Islam saja. Hal ini berlaku juga untuk bentuk-bentuk akhlak lainnya semisal ramah, baik hati, tidak sombong, suka menabung, patuh pada orang tua dll (hihi, kayak dasadarma pramuka yah).
     
Kecantikan diri patut dijaga
Kecantikan adalah sebuah hal yang secara alami ada pada diri tiap perempuan. Yakinlah, tak ada istilah perempuan berparas buruk. Bila ada yang mempunyai pendapat seperti ini, sungguh pada saat yang sama ia telah menghina Allah Ta’ala yang menciptakan paras tersebut. Cantik atau jelek kan cuma masalah selera. Yang dianggap paras kurang cantik bagi orang Asia, eh….ternyata digandrungi sama orang bule di daratan Eropa sana. Eksotis, katanya…ciee.
Terlepas dari itu semua, kecantikan yang ada pada diri perempuan kudu dijaga sebagai bentuk amanah kita pada Sang Pencipta. Menjaga kecantikan nggak harus ke salon tiap hari. Merawat kecantikan nggak harus juga luluran merata ke seluruh tubuh biar kinclong, mandi berjam-jam karena harus memakai berbagai macam krim untuk tubuh, menikur en pedikur atau apa pun namanya yang jelas-jelas itu semua hanya menghamburkan uang dan waktu.
Jangan sampai karena pedulinya kamu sama kecantikan sehingga membuat sebagian besar waktu dan uangmu habis untuk hal ini saja. Merawat kecantikan yang ideal itu sebetulnya adalah ketika tubuh kita bisa beraktivitas secara maksimal karena sehat. Percuma juga tubuh cantik bagai porselen kalo ternyata malas beraktivitas dengan dalih takut bedak luntur, misalnya. Percuma juga langsing kayak tiang listrik kalo penyakitan karena diet yang ketat.
Intinya, mempertahankan kecantikan diri cukup dengan standar Islam saja yang sangat menyukai kebersihan. Mandi minimal dua kali sehari, sikat gigi teratur, jaga kebersihan rambut dan anggota tubuh yang lain juga.
Last but not least, kecantikan itu bagaimana pun bentuknya, standarnya kudu Islam saja. Percuma juga cantik kalo ternyata nggak menutup aurat. Percuma juga kulit mulus kalo ternyata nggak pernah sholat. Ih….naudzhubillah. Karena ternyata kecantikan hakiki itu adalah gabungan dari kecerdasan otak dan akhlak yang nantinya memancar pada sikap dan perilaku seseorang sebagai bukti ketaatan pada hukum syara’ yang telah ditetapkan aturannya oleh Allah Swt.

Adakah sosok idaman itu?
Hmm…pertanyaan yang nggak mudah untuk dijawab. Kalo saya mau angkat tangan, kesannya kok narsis banget (hehehe..). Biar adil, saya akan menunjuk seseorang lain yang memenuhi kriteria di atas itu. Seorang perempuan, yang pasti muslimah dong, cerdas, berakhlak bagus dan cantik. Ia kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, jurusannya pun terkenal sangat sulit ditembus oleh orang yang berotak pas-pasan.
Sampai di sini, jelas banget kalo muslimah ini punya otak dan kecerdasan di atas rata-rata. Tidak itu saja, pemahaman keislamannya pun top banget. Kalo saya mengatakan paham, itu beda dengan ‘tahu’. Artinya, ia mengamalkan Islam dengan maksimal. Ia ramah dan supel, baik hati, tidak sombong, suka menabung dan patuh pada orang tua. Hapalan al-Qurannya top, kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggrisnya juga oke.
Dari segi kecantikan, subhanallah. Ia dikaruniai Allah fisik yang sempurna. Nggak ada orang yang bilang ia jelek. Saya aja sesama cewek, juga ikut tersepona dengan kecantikanya yang inner dan outer itu. Apa inti dari ‘sharing’ saya ini? Maksudnya ingin saya tunjukkan bahwa sosok muslimah ideal dan idaman umat itu ada. Hanya saja ia ada dalam jumlah dan stok yang terbatas. Why?
Setangkai bunga yang indah akan tumbuh dengan sempurna bila tanah dan iklimnya bagus serta sesuai. Begitu juga dengan muslimah idaman umat. Sosok-sosok ini akan tumbuh bila iklim alias lingkungan yang ada mendukungnya untuk berkembang dengan sempurna. Tapi apa fakta yang ada? Sistem yang diberlakukan kepada kita saat ini sungguh iklim rusak yang penuh noda. Sekulerisme yang diterapkan saat ini meniadakan peran agama dalam kehidupan. Kapitalisme yang mendewakan materi sebagai sumber kebahagiaan hidup pun juga dipuja-puja.
Lihat tuh, para perempuan cantik yang seksi mengumbar aurat di tempat umum, teryata sholatnya rajin juga. Bahkan saya sempat terkecoh dengan salah satu teman yang ketika berangkat ke kampus berkerudung rapat padahal hari-hari biasanya nggak. Saya pun mengucapkan selamat padanya. Bukankah kebaikan itu harus disyukuri dan diucapkan selamat padanya agar berkesinambungan? Ternyata ia mengatakan bahwa berkerudungnya itu karena ia habis menghadiri rapat sebuah perkumpulan mahasiswa muslim. Ia menyebutnya fleksibel karena itu artinya ia bisa berada di mana-mana. Rapat tentang Islam oke yang itu artinya ia berbaju muslimah. Dugem pun ayo aja yang itu artinya pake baju buka-bukaan. Waduh, jadinya baju muslimah itu dipakai hanya sekedar dress code aja yah? Capee deh.. ngikutin jalan pikiran kayak begini!
Dari kedua sosok di atas, sudah bisa dipastikan bahwa contoh kedua-lah yang paling banyak ditemui di sekeliling kita. Islam tidak lagi diakui sebagai the way of life. Namun Islam hanya sebagai mode dan gaya yang kebetulan lagi tren. Apalagi diperparah dengan ide demokrasi yang sangat mengagungkan kebebasan berekspresi termasuk dalam hal pakaian, jadilah baju muslimah dianggap sebagai salah satu pilihan yang bisa dipilih suka-suka. Kalo suka ya dipake, kalo nggak ya dilipat aja dalam lemari. Waduh!
Nggak bisa dibayangkan wajah bangsa ini ke depan, bila perempuannya plin-plan kayak gini. Tapi sangat bisa diprediksi sehebat apakah suatu kaum apabila perempuannya sekaliber contoh pertama di atas. Dan itu telah dibuktikan oleh Islam yang gilang-gemilang selama 13 abad dengan kualitas perempuan yang mulia dan hebat. Kalo sudah ada bukti cemerlangnya peradaban dalam naungan Islam, so buat apa kita butuh peradaban lain semacam demokrasi dan Kapitalisme? Jadi, tak ada pilihan lain untuk menciptakan generasi muslimah hebat dambaan umat kecuali kita campakkan bersama-sama semua ide yang rusak dan merusakkan. Setuju? Akur dong! [riafariana/voa-islam.com)

Senin, 01 Juni 2015

Hijrah

Assalamu'aikum.. HALOO GAESS!!
 Alhamdulillah akhirnya punya waktu juga buat update blog yang sekian lama tak teurus ini. Kali ini aku mau share sesuatu yg menurut aku sangat-sangat mengesankan untk hidupku sndiri, ssuai judul post kali ini 'hijrah', mungkin temen-temen udah pda tau kali ya ttg makna dari hijrah itu sendiri. Menurut aku hijrah itu adalah suatu proses dimana seseorang melakukan perubahan dari yg tadinya 'buruk' menjadi 'baik', ga cuman dalam hal penampilan, tapi juga ttg akhlak, ibadah, pergaulan dll. Dan kali ini aku mau membahas ttg hijrahnya seorang Rima Nur Anjani ......
oke mulai..


Mungkin foto ini bisa menjelaskan ssuatu kpd kalian pembaca blog ini, iya... kita mulai dri penampilan dulu..
bisa diliatkan penampilanku dari tahun ke tahun?! Kata org bijak itu "penampilan mencerminkan pribadi seseorang" hmmm.. berarti penampilan ku 3 tahun yang lalu mencerminkan pribadiku yg berbeda dgn sosok aku sekarang.. baiklah kita bahas satu persatu..

2012 : ini waktu aku masih mmkai seragam putih biru a.k.a SMP, tapi aku lupa foto itu diambil wktu aku kelas berapa, tapi dari foto itu bisa diliatkan gmana penampilan aku skitar 3 tahun yg lalu? yg masih pake celana ketat, hijabnya ribet bgt dililit kesana kemari, ga pake kaus kaki, pke hijab tapi rambut masih keliatan. subhanallah.... :"))) cabe banget yah, sok2 gaul gtu penampilannya. tapi itulah aku 3 tahun yg lalu, yg masih belum jemput hidayah, pdahal hidayahnya deket banget, yg akhlak jelek banget, ngomong kya kucing ga dikasih makan seharian alias ga bisa diem alias bawel :") hmm, itulah aku 3 tahun yang telah lalu..

2013 : oke 1 tahun stelah puncak kecabe2an ku (hehe), disini aku sdh  hampir mau jemput hidayah, alhamdulillah di tahun 2013 dari segi penampilan sdh ada perubahan yg lumayan bagus walau hanya sedikit, yg tahun kmrennya masih pke celana tahun berikutnya udh belajar pke rok, alhamdulillah udah mau pke kaus kaki, jilbabnya jga udah mulai disederhanakan ya walaupun jilbabnya ga syar'i dan masih transparan, tp alhamdulillah lah level kecabe2annya udah mulai turun.
next

2014 : nah nah nah... ini satu tahun yg lalu ya? ooiya, alhamdulillah di tahun ini udh istiqomah pakai rok, udh jarang banget makai celana, pke kaus kaki juga, tapi ..... hijabnya back to 2012 lagi.. diribet2in entah krna godaan dunia fashion waktu itu yg bikin jiwa raga ini ingin ikut2an hijabers kya dian pelangi, ria miranda,dll, biar dibilang gaul dan ga kampungan :"), hmm. tapi ada bagusnya.... walau hijabnya msih ribet, alhamdulillah nutup dada dan ga transparan.. ditahun ini, hidayah udah dijemput, alhamdulillah... Allah itu baik bgt ya, ga pngen hamba2Nya nginjak neraka, jd dikasih hidayah lwt teguran biar bisa balik ke jalan yg bener, jalan yg Allah ridhoi. Alhamdulillah
then .......

2k15 alias 2015 : NAH!!!!! Tahun ini! Alhamdulillah, alhamdulillah.... Allah Maha Baik, Maha Penyayang, sdah 5 bulan di tahun 2015, alhamdulillah penampilan ada perubahannya, alhamdulillah sudah dikuatkan Allah untk istiqomah dgn pakaian syar'i pakaian wanita muslimah sesungguhnya. Alhamdulillah tahun ini, udah kebiasa pke gamis, jilbabnya ga ribet2 lagi, ga transparan lagi, alhamdulillah nutup dada jga.. kaus kaki alhamdulillah slalu dipake klo jalan keluar rumah.. Alhamdulillah Allah sayang sma aku, slalu dilindungin dan diingetin untk sllu brada di yang Haq.. Allah ga pngen aku balik lagi ke zaman jahiliyyah ku beberapa tahun silam... Allah ... terimakasih.. dari tahun ke tahun, Engkau buat hmba sllu mndekatiMu, lwt cobaan dan teguranMu... Alhamdulillah ditahun ini juga, aku semakin dimantapkan dgn keberadaanku dibbrpa lingkaran dakwah. Ukhuwah islamiyah.... berteman dengan saudara2 yg kuat imanNya mmg ttak ada bandingannya, nikmatnya sungguh luar biasa, bikin hati jadi mantep untk sllu berjalan dijalan Allah.. ya Rabb.... terimakasih.. atas nikmat dari tahun ke tahun yg Kau berikan kpd ku, perubahan yg aku alami ini semua tak luput dari izin dan kehendakMu.. sungguh indah Kau buat skenario hidupku ini, hijrah yg ku alami, semua adalah tanda bukti kebesaran dan kasih sayangMu... Allahu akbar, mashaa Allah..

Sabtu, 11 April 2015

Allah is My Only Hope

Bismillah..

Disaat cobaan datang bertubi-tubi, kita merasa seakan-akan kitalah manusia yang paling terpuruk didunia ini, menyalahkan semua orang, bahkan Sang Maha Pencipta pun menjadi sasaran. Tak habis kata jika kita membahas tentang cobaan dan ujian, tapi sadarkah kita bahwa sebenarnya ada hikmah dari semua itu? Kita memang mengaku sebagai seorang muslim, mengakui memiliki  agama yang bernama Islam, kita mengakui memiliki tuhan yaitu ALLAH, tapi saat ujian datang kita lupa dengan semua itu, bertingkah seperti orang yang tidak punya harapan, bertumpu hanya pada manusia seakan-akan tidak memiliki tempat bersandar dan mengadu. Kita lupa bahwa sebenarnya ada yang menunggu aduan kita, ada yang rindu dengan curahan hati kita, Ialah ALLAH, Sang Maha Pengasih, Sang Maha Penyayang. 

Lalu, disaat Dia merindukan kita, apakah kita juga merindukanNya? Allah memberikan ujian dan cobaan bertubi-tubi kepada kita karena Dia menyayangi kita, ALLAH tau kita mampu menghadapi semuanya, Allah ingin meninggikan derajat kita dihadapanNya, dan Allah ingin kita kembali bersandar diri denganNya..
Allah cemburu saat kita mengharapkan segalanya hanya pada manusia tpi kepadaNya kita lupa, padahal Ia lah pemilik segala yang ada dibumi dan yang ada dilangit. 
Jika Allah bisa mengubah siang menjadi malam, maka yakin dan percayalah... Allah juga bisa merubah lelah menjadi berkah.
Kembalilah wahai saudariku, sudah saatnya kita kembali bermanja denganNya, saat cobaan datang menghampiri, sadari Allah bahwa itu adalah tanda kerinduan Allah dengan kita. Kembali dekatkan diri padaNya.. Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung..



Dikutip oleh seorang hamba Allah yang sedang berhijrah dan masih miskin ilmu agama.

Jumat, 10 April 2015

Dari Kita Untuk Nusantara

Ini adalah artikel yang aku buat diakhir tahun 2013 kemarin saat mengikuti lomba di Fakultas Ekonomi UNLAM dan alhamdulillah atas izin Allah artikel ini masuk 10 besar artikel terbaik se Kalimantan, buat kalian yg mau copy silakan, semoga artikel ini bermanfaat ya :)


>>>
         Siapa yang tidak mengenal Indonesia. Negeri yang dijuluki sebagai jamrud khatulistiwa karena alamnya yang subur dan pemandangannya yang begitu indah. Negeri ini terdiri dari 17.504 pulau menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Di samping itu, negeri yang begitu luas ini mempunyai keanekaragaman budaya dan sumber daya alam yang sangat kaya. Setiap daerah di negeri ini, mempunyai ciri khas masing-masing. Salah satu contohnya adalah kerajinan kain tradisional yang mempunyai corak warna dan motif  yang beragam sesuai dengan kebudayaan yang berkembang di daerahnya masing-masing, seperti kain Sasirangan yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan.  
            Potensi bisnis dari kerajinan kain Sasirangan kini memiliki peluang mendatangkan keuntungan yang besar. Produk sasirangan telah berhasil menembus pasar ekspor dari mulai Australia, Singapura, Malaysia, serta beberapa negara lainnya yang ada di benua Asia. Dalam segi kualitas dan keindahan kerajinan kain tradisional Indonesia tidak kalah bila bersaing dengan produk luar. Pemerintah dan pengusaha-pengusaha lokal juga berlomba-lomba dalam memasarkan produk tersebut ke luar negeri dengan tujuan agar produk-produk asli Indonesia terkenal di seluruh dunia. Sebagai warga Indonesia yang baik, produk-produk lokal seperti inilah yang mesti kita banggakan dan kita lestarikan. Namun sayang, di negara asalnya sendiri kain-kain tersebut kurang dikenal oleh masyarakatnya sendiri secara luas sehingga bila mengharapkan adanya keinginan masyarakat untuk melestarikannya hanya merupakan angan-angan yang sulit diwujudkan.
           Dalam era gloabalisasi seperti sekarangan ini, alangkah baiknya jika kita mau untuk lebih mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dalam berbagai kesempatan walaupun perkembangan zaman banyak menuntun kita kepada mode produk luar, sebagai bangsa kita harus tetap memiliki jati diri dan tidak boleh terlena dengan keadaan ini. Kita juga harus bisa melestarikan budaya dan kerajinan dari negara kita tercinta Indonesia yang merupakan kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Kita tidak bisa bermimpi produk tersebut terkenal di mata dunia internasional saja, tetapi di negara asalnya sendiri tidak dihargai. Semestinya pemasaran dan pengenalan produk tersebut harus lebih dikembangkan terlebih dahulu di wilayah kerajinan itu berasal hingga benar-benar mapan sebelum di perkenalkan ke dunia internasional.
            Salah satu kendala yang menghambat kurang populernya produk tersebut di kalangan masyarakat Indonesia adalah permasalahan dalam daya saing industri. Contohnya dapat kita lihat di Kalimantan Selatan, pemerintahnya memang mewajibkan setiap pegawai instansi pemerintah dan sekolah-sekolah  untuk menggunakan kain Sasirangan dengan tujuan untuk melestarikan kerajinan tradisional asli dari daerah Kalimantan Selatan ini, tetapi peraturan tersebut hanya memfokuskan di instansi pemerintah Kalimantan Selatan saja. Bahkan, yang lebih menyedihkan lagi masyarakat biasa yang tinggal di Kalimantan Selatan sendiri cenderung enggan untuk ikut berpartisipasi dalam mengenalkan  dan melestarikan kain Sasirangan. Masyarakat beralasan bahwa mereka tidak mempunyai pakaian yang terbuat dari kain tradisional ini akibat persoalan harga yang mengurangi minat mereka terhadap produk-produk tersebut. Hal ini menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah dalam upaya melestarikan kain sasirangan.  Selain itu, zaman sekarang juga banyak ditemui pedagang-pedagang nakal yang dengan sengaja menaikkan harga kain sasirangan dengan kisaran yang cukup tinggi, padahal jika dilihat dari pembuatannya harga yang dipatok tidak sesuai dengan harga-harga bahan pembuat kain sasirangan. Akibatnya, para konsumennya pun kebanyakan  hanya dari golongan menengah ke atas seperti para penjabat dan pegawai negeri, jarang dijumpai masyarakat dari golongan menengah ke bawah yang memakai pakaian dari kain sasirangan.
            Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan ini antara lain dengan melakukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus bisa bersikap tegas dalam menangani permasalahan para pedagang atau pengusaha nakal yang dengan sengaja mematok harga yang tidak sesuai dengan kisaran yang wajar untuk kain sasirangan. Di samping itu, semestinya para pengusaha harus bisa menyesuaikan harga kain Sasirangan dengan kisaran standar sehingga masyarakat dari golongan apapun dapat menikmati dan menggunakan produk dari daerah asalnya ini. Pemerintah juga harus mengadakan sosialisasi yang lebih gencar kepada masyarakatnya tentang pentingnya pelestarian kain Sasirangan yang merupakan ikon Kota Banjarmasin. Meskipun demikian, pelestarian kain Sasirangan kita tidak hanya dilakukan dengan membeli kain Sasirangan yang sudah jadi atau berbagai produk yang menggunakan kain sasirangan sebagai bahan dasarnya. Kain sasirangan juga dapat dilestarikan dengan cara memproduksi kain sasirangan sendiri, walaupun mungkin penggunaannya hanya kita nikmati sendiri. Setidaknya itu dapat meningkatkan daya tarik dan rasa cinta kita terhadap produk lokal. Masyarakat umum memang terkendala dalam hal harga, tetapi sebenarnya jika dilihat dari keterampilan dalam memproduksi kain Sasirangan, masyarakat Banjarmasin mempunyai kemampuan yang sangat baik. Contohnya dapat kita lihat di SMP Negeri 2 Banjarmasin yang mengajarkan dan mewajibkan siswanya setiap tahun untuk memproduksi kain sasirangan sendiri. Yang kemudian dibuat menjadi sebuah tas atau kontak pensil yang diwajibkan dipakai pada hari yang ditentukan. Hal seperti ini menjadi bekal dan keterampilan yang sangat berharga bagi para siswanya yang merupakan generasi penerus di masa yang akan datang sehingga tidak sulit bagi mereka yang memang sudah pernah mendapatkan pelajaran tersebut di sekolah untuk memproduksi kain sasirangan sendiri. 
            Upaya lain yang bisa dilakukan untuk membuktikan partisipasi terhadap pelestarian dan rasa cinta terhadap produk dalam negeri adalah melalui para penjabat yang bekerja di pusat pemerintahan. Pada umumnya mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Alangkah bagusnya jika mereka mau menggunakan produk-produk dari daerah asalnya satu hari dalam seminggu, atau pada saat acara-acara kenegaraan para penjabat serempak menggunakan pakaian dari daerahnya masing-masing. Hal ini akan membuat masyakat internasional tahu bahwa masyarakat Indonesia sangat mencintai dan bangga terhadap produk dalam negerinya. Masyakarat dari berbagai daerah di Indonesia pun menjadi kenal dengan produk-produk yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jika semua produk-produk asal negeri kita terkenal di negaranya sendiri dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakatnya, maka mewujudkan dan menciptakan masyarakat yang mempunyai rasa cinta terhadap produk dalam negeri akan lebih mudah, karena mereka tahu bahwa produk dari negaranya sendiri tak kalah bagusnya dari produk-produk luar negeri.  
            Dengan demikian, untuk menciptakan masyarakat yang memiliki rasa cinta produk Indonesia, kita perlu memperbaiki kondisi masyarakatnya sendiri, mulai dari  masyarakat biasa, para pedagang, pengerajin, serta para penjabat pemerintahan. Dengan demikian, kita semua tidak lagi enggan melestarikan dan mengenalkan produk-produk asli Indonesia. Jika hal tersebut sudah terlaksana dengan baik dan seluruh masyarakat Indonesia memiliki kebanggaan itu, tidak sulit bagi kita dalam mengenalkan berbagai produk-produk asli Indonesia ke mata dunia, karena dalam masyarakat kita sendiri sudah tertanam rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memperbaiki, mengembangkan, serta melestarikan produk asli Indonesia mulai dari diri kita sendiri lalu ke masyarakat luas, saling mengenalkan berbagai hasil kerajinan dari daerah masing-masing, sehingga seluruh masyarakat dari berbagai suku dan daerah bisa ikut serta melestarikan berbagai produk asal Indonesia.

Kamis, 26 Juni 2014

Medsos atau Cursos ???

Medsos? Hmm, mungkin kalian semua udah pada tau apa itu medsos atau media sosial secara kalian semua-kan remaja yang hidup di zaman globalisasi yang penuh dengan kemajuan teknologi. Ya, media sosial ada suatu website yang dapat dengan mudah diakses semua orang dengan membuat akun terlebih dahulu. Media sosial yang sedang trend di kalangan remaja sekarang seperti twitter, path dan instagram. Dan kali ini saya akan lebih jauh membahas twitter. Twitter sendiri adalah media sosial yang dianggap remaja sebagai ‘diary elektronik’ atau media cursos alias curhat sosial zaman sekarang, karena sekarang ini udah ga zaman lagi curhat-curhat atau nulis suatu kejadian di buku diary. Ntah karena ingin dibilang gaul atau ngikutin zaman, remaja sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktunya untuk mengakses situs-situs tersebut. 
Apapun yang terjadi dengan mereka, selalu mereka posting di akun mereka. Tentang pacar, teman, sahabat, keluarga, sekolah, pelajaran, artis, bahkan hal-hal yang tidak penting pun mereka ceritakan, seperti “duhh tadi disekolah bajuku basah..” “oiya ada pr..” “subhanallah dia kok ganteng banget sihh” blablabla. Entah apa yang membuat mereka melakukan hal itu. Yang pasti itulah yang sedang booming di remaja zaman sekarang, mungkin medsos sudah bisa diganti namanya dengan cursos alias curhat sosial. Karena mereka sudah tidak peduli lagi dengan tujuan penting dari media sosial yang memang dibuat bukan untuk menulis segala hal yang tidak penting, mereka cuman sibuk membuat status tentang apapun yang mereka rasakan atau mereka lakukan. 
Namun, ada yang lebih menarik lagi dari cursos remaja zaman sekarang. Mungkin bisa dibilang mereka terkena virus “galau”. Dimana dan kapanpun  mereka berada, mereka selalu menuliskan segala yang berbau “galau” di twitter. Dan yang lebih parah lagi hampir semua isi timeline twitter mereka adalah status-status galau. Ya, kalau statusnya galauin orangtua & dosa sih mending. Lah ini? Yang mereka galauin tiap hari adalah di doi. Yang mungkin udah memphp dia, ga ngehubungin dia 3hari 4malam, ga peka sama perasaan dia ataupun yang selingkung dengan oranglain. Hmm. Kasian sebenernya ngeliat mereka yang harus ngorbanin waktu mereka yang berharga cuman buat bikin status seperti itu. Tapi itulah yang terjadi dengan remaja zaman sekarang. 
Berhubung dengan masalah tersebut. Saya punya tips untuk para remaja agar terhindar dari judgement orang-orang di twitter karena status atau postingan yang kita buat. Tips ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Berikut tipsnya : 
1. Jangan terlalu sering membuat status galau. Karena dengan keseringan membuat status seperti itu kalian akan terlihat seperti orang yang sangat "ngenes". 
2. Jangan memfollow akun-akun galau percintaan. Contohnya @dwita****dwita atau @vincent**. Karena dengan mengikuti akun tersebut, kegalauan kalian pasti akan terpancing. 
3. Jangan membuat status menyindir orang. Karena twitter adalah akun publik. Semua orang yang melihat status tersebut pasti akan merasa tersinggung. 
4. Gunakan twitter seperlunya. Jangan update semua status yang tidak penting. 
5. Jangan ngretweet status dari akun-akun galau. Buktikan bahwa kalian tidak selamanya galau. 
6. Followlah akun motivasi seperti akun mario teguh atau akun yang bermanfaat seperti @rimaanjanii *forget* 
7. Oiya lupa! Follow akun rohani agama kalian masing-masing dengan begitu kalian bisa merasa lebih baik lagi dan gunakan twitter untuk mencari informasi bermanfaat. Dengan begitu waktu luang kalian akan bermanfaat. 

Oke, mungkin itu yang bisa saya sarankan. Semoga bermanfaat!

Sabtu, 05 April 2014

Karena Itulah Aku Cinta

Bismillahirrahmanirrahim ...
Tak terasa yaa udh lama aku ga posting ssuatu di blogku ini. Kali ini dgn izin Allah, untuk yg pertama kalinya aku mmbuat postingan melalui hp .. Alhamdulillah sekarang, udah pnya hp yg bisa blogging..

Kali ini aku bukan posting entri buatan aku sendiri, melainkan aku mmbuat postingan sbuah cerpen yg aku ambil dri sbuah aplikasi. Ceritanya menarik dan menyentuh...
Lets read it ..


Karena Itulah Aku Cinta

[oleh: NN]

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa?
Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
Kamu pasti bercanda!
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.
Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!
Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.
Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?
Nania terkesima.
Kenapa?
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.vBakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.
Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!
Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?
Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
Mereka akhirnya menikah.

Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.
Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.
Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!
Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.
Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.
Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.
Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.
Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.
Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!
Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.
Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!
Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.
Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.
Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.
Baru pembukaan satu.
Belum ada perubahan, Bu.
Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.
Masih pembukaan dua, Pak!
Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang?
Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

Dokter?
Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.
Mungkin?
Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.
Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.
Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
Pendarahan hebat!
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.
Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.
Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.
Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.
Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.
Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..
Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Nania, bangun, Cinta?
Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,
Nania, bangun, Cinta?
Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.
Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.
Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.
Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.
Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.
Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.
Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?
Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.
Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.
Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.
Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.
Baik banget suaminya!
Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!

Nania beruntung!
Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?
Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?
Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi
sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat.. Begitulah cinta. Aku harap dengan pernikahan ini kalian menjadi saling cinta dan mencintai lebih dari aku mencintai sahabatku ini. Untukmu yang telah menjadi seorang suami……dan untukmu yang telah menjadi seorang istri. Percayalah….bahwa Cinta itu akan menutupi segalanya
CINTA KARENA DIA……
Tamat...

Jumat, 02 Agustus 2013

#SavePalestine

Kalian semua mngkin udh pada tau msalah yg udh lama menimpa negara Palestina, konflik negara ini dgn  Israel emg blum nemuin titik terang. Kalo aku sih udah jlas ngedukung Palestina, aku sbagai muslim jga prihatin sama saudara2ku disana. Meskipun aku ga bisa ngerasain langsung kondisi di Palestin. Jelas bnget klo Israel sdh melanggar HAM, dan melanggar bnyak peraturan2 dalam negara. aku ga bisa ngelakuin apa2 selain bedo'a untuk mereka yg udh jdi korban keganasan para zionis. Alhamdulillah bbrpa bulan yg lalu aku sempat ikut berpartisifasi dlam acara Konser Amal Peduli Palestina. Di acara itu aku mrasakan skali bgaiman eratnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan sluruh umar islam. Aku yakin Allah mmpunyai rencana yg amat indah untuk para muslim di Palestine. Keep praying, keep hoping, keep believing. Allah has a great plan :))


Rabu, 12 Juni 2013

Dear Allah ...





Dear Allah …

                Ya Allah, disini aku mengadu kepadaMu tentang kehidupan yg sdh 15tahun lebih aku lewati. 15tahun yg sudah membuatku semakin dewasa dari waktu ke waktu. Allah, aku sadar aku hanya hambaMu yg masih miskin ilmu agama, yg masih miskin amal akhirat. Allah aku yakin Engkau pasti mengetahui apa yg ada dibenakku selama ini.
                Ya Allah, mungkin slama ini aku sering melupakanmu, tapi aku tau Engkau slalu ada disisiku, dan tidak pernah meninggalkanku. Aku ingin mengadu kepadaMu ya Allah tentang kelam pahitnya dunia ini, aku tau aku sebenarnya tak layak mengeluh tentang hidup ini.
                Aku tau semua manusia pasti akan merasakan pahit manisnya kehidupan, aku hanya ingin meminta kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi semua persoalan didunia ini, aku ingin belajar dewasa, dewasa dalam berfikir dan bertindak. Aku tak ingin menjadi manusia yg slalu sedih dan tidak ada tawa. Walau aku sadar aku hanyalah hambaMu yg lemah dan tak berdaya. Aku hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Allah, aku tau didunia ini ada saja manusia yg jahat dan ingin menjatuhkanku. Dan aku juga tau siapa saja orang-orang yang memang tulus menyayangiku.
                Ya Allah, disini aku ingin mengadu tentang mereka yg sering meremehkan dan menghinaku. Mereka yg slalu menganggap aku salah, yg merasa aku adalah manusia paling hina didunia ini. Semua manusia pasti mempunyai kesalahan termasuk aku, aku tau aku tak spenuhnya benar, tapi apakah aku harus slalu disalahkan? Aku juga tau aku tak pernah bersih dari dosa, tapi apakah slalu aku yg dianggap sbagai manusia hina?
                Aku tau dalam menghadapi itu semua aku hanya harus bersadar dan kuat, mencoba mengacuhkan mereka semua. Aku tau semuanya akan terbalaskan. Allah, aku memohon kepadaMu, kuatkan aku dalam menghadapi getirnya kehidupan ini, buat aku menjadi hambaMu yg slalu bersyukur dan tersenyum. Aku yakin Engkau tau yg terbaik untukku. Ya Allah, meski kehidupan ini tak slamanya berjalan mulus, namun aku tetap bersyukur krna Engkau tlah menitipkan malaikat-malaikat untuk menjaga dan menguatkanku didunia.
                Ya Allah, ma’afkan hambaMu yg sering mengeluh dan tak berdaya ini, dan terimakasih atas segala anugrah dan nikmat yg tlah Engkau berikan untukku.

Surat #7

Teruntuk Kamu yang Telah Ia Datangkan, Hai, salam kenal. Semoga do'a-do'a kita di-amin-kan segera oleh penduduk langit. Sampai berju...